Xylitol, Pemanis yang Banyak Manfaatnya

Advertisement

Xylitol adalah senyawa kimia organik yang digunakan sebagai pemanis buatan pengganti gula. Rumus kimia xylitol adalah (CHOH)3(CH2OH)2. Gula alkohol ini dapat dijumpai secara alami pada berbagai buah dan sayuran, seperti bermacam jenis buah beri, oat, sekam jagung, dan jamur. Senyawa ini dapat juga diperoleh melalui ekstraksi serat jagung, pohon birch, raspberry, plum, dan jagung.

Pertama kali, xylitol diperoleh dari tanaman birch di Finlandia pada abad ke-20 dan diperkenalkan ke Eropa sebagai pemanis yang aman untuk penderita diabetes. Satu sendok teh xylitol mengandung 9,6 kalori. Sebagai pembanding, dalam satu sendok teh gula terkandung 15 kalori. Kadar gula darah tidak banyak dipengaruhi oleh xylitol, sehingga menyebabkan pemanis ini aman untuk penderita diabetes dan hiperglikemia. Saat ini xylitol banyak dimanfaatkan untuk memberi rasa manis pada berbagai merk permen karet di seluruh dunia.

Selain digunakan sebagai pemanis, xylitol ternyata memiliki berbagai manfaat kesehatan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa xylitol tidak menyebabkan kerusakan gigi. Penelitian lain di Finlandia menyimpulkan bahwa xylitol mampu meningkatkan kepadatan tulang, sehingga dapat digunakan untuk melawan osteoporosis.

Infeksi telinga (otitis media akut) dapat dicegah dengan mengunyah permen karet yang diberi pemanis xylitol. Hal ini disebabkan karena xylitol menghambat pertumbuhan bakteri di tuba Eustachio, yang menghubungkan hidung dengan telinga. Xylitol diketahui meningkatkan aktifitas neutrofil, yakni sel darah putih yang berguna untuk melawan berbagai infeksi. Selain itu, infeksi oral jamur Candida juga mampu dicegah oleh xylitol.

Xylitol tidak hanya aman bagi wanita yang sedang hamil, namun juga terbukti mampu menurunkan 80% kemungkinan penularan bakteri Streptococcus mutans yang merusak gigi dari ibu ke bayi. Xylitol aman digunakan namun dapat menyebabkan mencret, hal ini karena gula alkohol tidak diuraikan secara sempurna selama proses pencernaan. Jadi gunakanlah xylitol sesuai kebutuhan saja.

Referensi:

Ritter, AV, Bader, JD, Leo, MC, Preisser, JS, Shugars, DA, Vollmer, WM, Amaechi, BT, Holland, JC (June 2013). “Tooth-surface-specific Effects of Xylitol: Randomized Trial Results”. Journal of Dental Research. 92 (6): 512–517.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *