Waspadai Efek Samping Parasetamol Selama Hamil: Gangguan Hormon pada Janin

Advertisement

Ketika wanita hamil mengalami sakit kepala atau demam, parasetamol biasanya akan langsung diminum tanpa berpikir dua kali. Hal ini ternyata berpengaruh negatif pada janin. Penelitian terbaru menyatakan bahwa parasetamol dapat menghambat perkembangan hormon testosteron pada janin pria. Testosteron merupakan hormon yang berperan untuk perkembangan kelamin sekunder pada pria, misalnya hasrat seksual, massa otot dan tulang, penyebaran lemak tubuh, serta produksi sperma dan sel darah merah. Gangguan pada hormon ini berakibat pada terganggunya tingkah laku masa dewasa.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Reproduction ini mengamati efek pemberian parasetamol pada janin tikus percobaan dan berhasil menemukan efek samping pada otak tikus yang berkaitan dengan kejantanan atau maskulinisasi. Efek samping ini ternyata dapat menetap hingga dewasa. Penelitian ini mengkonfirmasi kebenaran penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa parasetamol mampu menekan perkembangan testosteron pada janin yang mengarah kepada gangguan perkembangan sistem reproduksi dan otak.

Pada penelitian ini, tim ilmuwan memberikan sejumlah dosis parasetamol yang setara dengan dosis yang biasa dikonsumsi wanita hamil. Kemudian para ilmuwan mengevaluasi tingkah laku tikus jantan dengan parameter agresivitas terhadap tikus jantan lain, kemampuan menandai wilayah kekuasaaan, dan kemampuan kawin. Ternyata tim ilmuwan menemukan fakta bahwa tikus jantan yang semasa di dalam kandungan induknya diberi parasetamol menunjukkan gangguan pada tingkah laku ketiga parameter tersebut.

Setelah dewasa, tikus jantan tersebut kurang agresif terhadap tikus jantan lain yang menginvasi wilayahnya. Terdapat pula gangguan pada proses kawin. Hal tersebut dikonfirmasi kebenarannya dengan pemeriksaan otak tikus. Ditemukan bahwa ada pengurangan jumlah sel saraf yang mengendalikan dorongan seksual. Disimpulkan bahwa tikus jantan yang induknya diberi parasetamol sewaktu tikus jantan tersebut di dalam kandungan mengalami gangguan tingkah laku, tidak berkembang sebagaimana mestinya. Menyikapi hasil temuan ini, tim ilmuwan menyarankan agar wanita hamil menggunakan obat dengan bijaksana.

Referensi:

Hay-Schmidt, A., Finkielman, O., Jensen, B., Høgsbro, C., Holm, J.B., Johansen, K.H., dkk., 2017. Paracetamol/acetaminophen impairs brain masculinisation. Reproduction, REP-17-0165.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *