Vitamin D Mempengaruhi Kesuburan Wanita

Advertisement

Sebuah meta analisis menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara status vitamin D pada wanita dengan tingkat kesuburan. Infertilitas merupakan masalah yang sering dialami dan membuat frustasi, menjangkiti 6,1 juta pasangan di Amerika Serikat. Guna mengatasi masalah ini, kini telah ada metode supaya pasangan infertil bisa memiliki anak, diantaranya dengan Assisted Reproduction Therapy (ART). Tingkat keberhasilan terapi ini telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Tim ilmuwan percaya bahwa vitamin D memiliki peran dalam peningkatan kesuksesan ART. Hubungan antara vitamin D dengan kesuburan telah diteorikan berdasarkan sejumlah pengamatan. Sebagai contohnya, reseptor vitamin D dan enzim telah ditemukan pada endometrium. Selain itu pada penelitian dengan binatang, kekurangan vitamin D menghasilkan tingkat kesuburan yang lebih rendah dan penurunan fungsi organ reproduksi. Pada manusia, kekurangan vitamin D telah terbukti meningkatkan risiko preeklamsia, hipertensi pada kehamilan, diabetes gestasional, dan bayi lahir dengan berat badan rendah.

Tim ilmuwan dari University of Birmingham dan Birmingham Women’s and Children’s National Health Service (NHS) Foundation di Inggris tergerak untuk meneliti lebih lanjut hubungan antara vitamin D dengan kesuburan. Tim mengadakan sebuah meta analisis, menelaah 11 penelitian yang melibatkan total 2.700 wanita yang menjalani ART. Kadar vitamin D peserta penelitian ini digolongkan menjadi “cukup” bila kadarnya lebih dari 75 nmol/L, “tidak cukup” bila kadarnya kurang dari 75 nmol/L, dan “kurang” bila kadarnya di bawah 50 nmol/L.

Hasilnya, ditemukan bahwa prosedur ART pada wanita yang memiliki kadar vitamin D cukup lebih banyak memberikan hasil kelahiran bayi dibandingkan pada wanita yang memiliki kadar vitamin D kurang. Selain itu ditemukan pula bahwa, wanita yang memiliki kadar vitamin D cukup berpeluang lebih besar 46 % untuk hamil. Hasil peelitian ini mendukung teori bahwa vitamin D punya peran dalam kesuburan pada wanita.

Referensi:

Chu, Justin, dkk, 2017, Vitamin D and assisted reproductive treatment outcome: a systematic review and meta-analysis, Human Reproduction https://doi.org/10.1093/humrep/dex326

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *