Virus Penyebab Kanker Ini Dapat “Sembunyi” di Tubuh Setelah Menginfeksi

Advertisement

Para ilmuwan dari Universitas Pittsburgh di Amerika Serikat menemukan mekanisme baru yang dapat menjelaskan bagaimana Merkel Cell Polyomavirus (MCV) dapat sembunyi di tubuh puluhan tahun setelah infeksi dan kemudian muncul kembali dan menyebabkan kanker. Virus ini menyebabkan kanker kulit ganas. Hasil temuan tersebut dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Merkel Cell Polyomavirus (MCV) ditemukan pertama kali pada tahun 2008. Secara umum, virus ini melumpuhkan sistem kekebalan tubuh inangnya dan menggandakan diri, kemudian mencari inang baru. Akan tetapi terkadang virus ini dapat berada di dalam tubuh tanpa menggandakan diri, namun dapat aktif kembali ketika kondisinya tepat, misalnya ketika kondisi daya tahan tubuh inang sedang menurun.

Seperti halnya virus herpes, MCV dapat berdiam di tubuh inang dalam jangka waktu lama. Bila virus herpes memiliki mekanisme mandiri untuk dorman, MCV tidak demikian. Dengan menggunakan model kultur sel, tim ilmuwan mengetahui bahwa MCV membajak mekanisme penguraian sel. MCV memanfaatkan molekul sel yang dinamakan SCFE3 ligase. Molekul ini berfungsi untuk menandai senyawa protein sel yang akan diuraikan oleh proteasome, mirip seperti pabrik daur ulang di dalam sel. MCV akan memanipulasi proses ini sehingga aman dari penguraian oleh proteasome.

MCV dapat kembali aktif ketika virus ini merasakan harus mencari inang yang baru. Kekurangan nutrisi, contohnya, membuat virus mereplikasi diri dan membuat inangnya berisiko tinggi terkena penyakit Merkel Cell Carcinoma. Oleh karena percobaan ini dilakukan secara in vitro, tim ilmuwan menyatakan bahwa hasil ini perlu dikonfirmasi lagi dengan studi in vivo atau di dalam sel tubuh sebenarnya.

Referensi:

Kwun, H.J., Chang, Y., dan Moore, P.S., 2017. Protein-mediated viral latency is a novel mechanism for Merkel cell polyomavirus persistence. Proceedings of the National Academy of Sciences, 201703879.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *