Valerian, Obat Tidur Alami

Valerian (Valeriana officinalis) adalah tanaman yang tergolong dalam famili Velerianaceae. Tanaman ini asli dari benua Eropa dan beberapa bagian di Asia, namun sekarang dapat pula dijumpai di benua Amerika. Valerian telah dikenal manfaatnya sebagai obat tidur sejak zaman Yunani dan Romawi kuno. Hippocrates menjelaskan sifat-sifat tanaman ini, dan Galen kemudian meresepkannya sebagai obat tidur.

Saat ini, valerian masih digunakan untuk mengobati sulit tidur, dan disebut sebagai alternatif dari obat-obatan benzodiazepin. Valerian juga digunakan secara tradisional untuk mengobati nyeri pada gastrointestinal dan irritable bowel syndrome. Namun keamanan valerian bila digunakan dalam jangka waktu lama belum dibuktikan. Senyawa valepotriate, yang terkandung dalam ektrak valerian adalah senyawa yang bersifat mutagen, sehingga penggunaan dalam jangka waktu lama harus diawasi dengan ketat.

Selain senyawa valepotriate, ekstrak valerian juga mengandung senyawa-senyawa berikut ini: berbagai jenis alkaloida (aktinidin, katinin, valerianin, dan valerin), senyawa isovaleramida, senyawa GABA (gamma-aminobutyric acid) yakni senyawa neurotransmitter yang berhubungan dengan efek sedasi valerian, asam valerat, minyak atsiri, dan senyawa flavanon (hesperidin, 6-metilapigenin, dan linarin).

Dosis ekstrak valerian bervariasi antara 2-10 mg per hari, hal ini disebabkan oleh kesulitan penentuan dosis karena kurangnya standardisasi dan variabilitas jenis sediaannya.

Efek samping yang terjadi bila mengkonsumsi valerian dalam dosis tinggi (500 mg) adalah sakit perut, perasaan bodoh secara mental, lesu, dan depresi sedang. Jangan mengoperasikan kendaraan/mesin bila sedang mengkonsumsi valerian, karena efek mengantuknya dapat membahayakan.

Referensi:

Leach MJ, Page AT (2015). “Herbal medicine for insomnia: A systematic review and meta-analysis”. Sleep Med Rev (Review). 24: 1–12.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *