Transfusi Darah Stok Lama Ternyata Bisa Berbahaya

Advertisement

Transfusi yang berasal dari stok sel darah merah yang lama disimpan di dalam kantong darah ternyata merugikan pasien. Hal ini disebabkan oleh karena darah yang disimpan lama ternyata melepaskan sejumlah zat besi dalam kadar yang tinggi ke aliran darah. Hal mengejutkan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Columbia University Medical Center dan dipublikasikan di Journal of Clinical Investigation.

Menurut penelitian ini, tim ilmuwan merekomendasikan agar waktu penyimpanan maksimal kantong sel darah merah dibatasi menjadi 5 minggu saja. Transfusi sel darah merah merupakan prosedur yang lazim dilakukan. Sekitar 5 juta pasien mendapatkan transfusi sel darah merah di Amerika Serikat setiap tahunnya. Namun kini sebaiknya pasien tidak ditransfusi menggunakan sel darah merah yang disimpan lebih dari 5 minggu.

Pada penelitian ini tim ilmuwan mengacak 60 relawan sehat untuk mendapatkan transfusi yang telah disimpan selama 1,2,3,4,5,atau 6 minggu. Relawan ini kemudian dimonitor selama 20 jam setelah mendapat transfusi. Selang beberapa jam setelah transfusi, 7 dari 9 relawan penerima transfusi sel darah merah yang disimpan 6 minggu mengalami penglepasan kadar zat besi yang cukup tinggi.

Untungnya tidak ada satupun relawan tersebut yang mengalami efek yang membahayakan, namun beberapa penelitian telah mengkaitkan antara kelebihan zat besi di dalam darah dengan meningkatnya pembekuan darah dan infeksi. Perlu diperhatikan bahwa percobaan ini menggunakan relawan sehat, namun dalam prakteknya di rumah sakit yang mendapatkan transfusi adalah orang sakit. Kelebihan pasokan zat besi bagi orang yang sedang sakit tentunya akan sangat merugikan kesehatan pasien itu sendiri, sehingga alangkah bijak bila masa penyimpanan sel darah merah di kantong darah perlu dibatasi.

Referensi:

Francesca Rapido, dkk. Prolonged red cell storage before transfusion increases extravascular hemolysis. Journal of Clinical Investigation, 2016; 127 (1): 375 DOI: 10.1172/JCI90837

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *