Tips Sederhana Mencegah Amputasi akibat Diabetes

Advertisement

Diabetes adalah penyakit degenatif yang jumlahnya terus meningkat di Indonesia. Penyakit ini ditandai dengan berkurangnya produksi insulin tubuh dan berkurangnya sensitifitas reseptor insulin. Sebagai akibatnya kadar gula darah meningkat di dalam plasma darah karena tidak dapat masuk ke dalam sel. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa insulin berperan memasukkan gula ke dalam sel. Secara jangka panjang, sel yang kekurangan asupan gula ini akan mengalami kerusakan. Beberapa komplikasi diabetes meliputi penyakit arteri perifer dan neuropati (kerusakan saraf).

Penyakit arteri perifer terjadi ketika pembuluh darah menjadi sempit, umumnya karena penimbunan lemak atau plak di dindingnya. Penyempitan atau aterosklerosis ini perlahan akan menyumbat pembuluh darah arteri. Penderita diabetes lebih rentan terkena komplikasi ini, yakni satu dari tiga penderita diabetes. Aterosklerosis seringkali tanpa gejala, sehingga terkadang orang tidak tahu kalau dia terkena penyakit ini. Gejala yang dapat dirasakan antara lain nyeri dan bengkak di kaki, sakit saat berjalan, dinamakan klaudikasi. Penyakit arteri perifer umunya menyerang pembuluh darah kaki, namun juga dapat menyerang pembuluh darah lain. Berkurangnya pasokan darah ke kaki menyebabkan masalah, antara lain nyeri, mati rasa, dan lebih rentan terhadap infeksi. Bila penyumbatannya parah, infeksi bisa mengarah ke gangren, dimana beberapa jaringan di kaki telah mati. Hal ini bisa menjadi alasan dilakukannya amputasi.

Neuropati atau kerusakan saraf terjadi karena tingginya kadar gula di plasma yang terjadi jangka panjang. Neuropati diabetes biasa terjadi di tangan dan kaki. Seseorang yang mengidap kerusakan saraf dapat terkena luka tanpa merasakannya. Luka yang tidak ditangani dengan baik dapat mengarah kepada amputasi. Orang yang terkena risiko tinggi amputasi adalah mereka yang memiliki diabetes tidak terkendali, kadar gula darah tinggi, dan tekanan darah yang tinggi. Kejadian amputasi dialami oleh 15 orang dari 100.000 orang tiap tahun. Alasan dilakukannya amputasi adalah untuk membuang jaringan tubuh yang terinfeksi atau mati.

Amputasi sebenarnya dapat dicegah atau ditunda. Beberapa tips ini dapat mencegah atau menunda amputasi:

  • Menjaga kadar gula darah dalam batas normal
  • Menjaga berat badan dan memperbaiki pola makan
  • Olahraga ringan secara teratur
  • Monitor gejala neuropati diabetes dan segera berkonsultasi ke dokter bila merasakan ada gejala ini. Deteksi dini dapat mencegah amputasi.
  • Selalu menjaga kebersihan kaki, menggunakan alas kaki yang baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *