Terapi Imunoglobulin Intravena (IVIg), Penolong Pasien Imunitas Rendah

Advertisement

Terapi Imunoglobulin Intravena (IVIg), merupakan salah satu jenis terapi untuk membantu pasien yang memiliki imunitas atau kekebalan tubuh rendah. Penyakit yang memerlukan terapi IVIg antara lain Kawasaki disease, Guillain-Barre syndrome, lupus, myositis, myasthenia gravis, multiple sclerosis, dan pasien penerima transplantasi sumsum tulang guna mencegah infeksi. Imunoglobulin intravena akan memberikan antibodi kepada pasien tersebut dan membantu melawan infeksi. Pada pasien penderita autoimun misalnya lupus, imunoglobulin intravena akan membantu meningkatkan jumlah sel darah merah dengan cara menghentikan perusakannya oleh sel darah putih. Pada penderita myositis, terapi ini akan menghambat sistem imun agar tidak merusak sel tulang.

Imunoglobulin adalah bagian dari plasma darah. Di dalamnya terkandung antibodi untuk melawan kuman dan penyakit. Ketika seseorang menyumbangkan darahnya, bagian ini dapat dipisahkan. Kemudian imunoglobulin ini disuntikkan secara intravena ke dalam tubuh pasien yang memerlukan. Imunoglobulin cair diambil dari plasma darah donor. Plasma tersebut telah melewati tes hepatitis dan AIDS.

Pada umumnya terapi ini dapat diulang setiap 3-4 minggu. Darah akan memecah imunoglobulin selama periode itu, sehingga diperlukan tambahan imunoglobulin lagi guna membantu imunitas tubuh. Dosis yang diperlukan adalah 400-600 mg per kg berat badan per bulan. Imunoglobulin intravena ditoleransi baik di tubuh, sehingga efek sampingnya minimal, namun pernah dilaporkan adanya demam, nyeri otot dan sendi, serta sakit kepala setelah diberi obat ini.

Referensi:

Katz, U., Achiron, A., Sherer, Y., dan Shoenfeld, Y., 2007. Safety of intravenous immunoglobulin (IVIG) therapy. Autoimmunity Reviews, , Clinical immunology school on systemic autoimmune diseases 6: 257–259.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *