Suplemen Asam Folat Mengurangi Risiko Serangan Stroke Pertama Kali

Advertisement

Risiko terjadinya serangan stroke pertama kali dapat dikurangi dengan konsumsi asam folat. Risiko stroke ini berkaitan dengan hiperkolesterol pada penderita hipertensi tanpa riwayat penyakit kardiovaskular. Kesimpulan tersebut diambil dari sebuah penelitian dari CSPPT (China Stroke Primary Prevention Trial) yang melibatkan 20.702 orang penderita hipertensi yang mengalami kenaikan kadar kolesterol.

Para peserta penelitian dirandomisasi untuk menerima enalapril 10 mg dengan asam folat 0,8 mg atau menerima enalapril 10 mg saja tanpa asam folat. Respon peserta penelitian dianalisis selama 4,5 tahun. Parameter yang dilihat adalah terjadinya serangan stroke pertama kali.

Pada kelompok peserta penelitian yang mendapatkan enalapril saja, kejadian stroke pertama kali terjadi lebih sering pada orang yang memiliki kadar kolesterol total tinggi (≥200 mg/dL) dibandingkan orang yang kadar kolesterol totalnya lebih rendah (<200 mg/dL; 4 vs 2.6 %; hazard ratio [HR], 1.52; 95 % CI, 1.18-1.97; p=0.001). Suplementasi asam folat secara signifikan menurunkan risiko terjadinya stroke pertama kali sebesar 31 % pada orang yang memiliki kadar kolesterol total tinggi (4 % di kelompok enalapril vs 2,7 % di kelompok enalapril plus asam folat; HR 0,69; 0,56-0,84; p<0,001; number needed to treat 78; 52-158). Efek perlindungan asam folat ini terlepas dari kadar folat dasar dan beberapa kovariat penting lainnya.

Sebagai catatan, efek perlindungan suplementasi asam folat terhadap risiko terjadinya stroke lebih besar pada orang yang memiliki kadar kolesterol total tinggi dibandingkan dengan orang yang memiliki kadar kolesterol total rendah. Di antara orang yang memiliki kadar kolesterol total rendah, risiko terjadinya stroke tidak berbeda antara orang yang mendapatkan enalapril saja dan orang yang mendapat enalapril plus asam folat (2,6 % vs 2,5 %; HR 1; 0,75-1,30; p=0,982). Disimpulkan bahwa penelitian ini menekankan pentingnya suplemen asam folat untuk melindungi risiko terjadinya serangan stroke pertama kali yang berkaitan dengan hiperkolesterolemia pada pasien pengidap hipertensi.

Referensi:

Kim, S.G., Kim, T.Y., Sohn, J.H., Um, S.H., Seo, Y.S., Baik, S.K., dkk., 2016. A Randomized, Multi-Center, Open-Label Study to Evaluate the Efficacy of Carvedilol vs. Propranolol to Reduce Portal Pressure in Patients With Liver Cirrhosis. The American Journal of Gastroenterology, 111: 1582–1590.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *