Spirulina Sebagai Makanan Kesehatan

Advertisement

Spirulina adalah sebutan bagi suplemen makanan yang berasal dari dua jenis sianobakteria, yakni Arthrospira platensis dan Arthrospira maxima. Keduanya memang pernah digolongkan ke dalam genus Spirulina, namun kini mereka memiliki genus sendiri yaitu Arthrospira. Umumnya spirulina dijumpai melimpah di danau-danau wilayah tropis dan subtropis yang memiliki pH tinggi dan kaya akan kandungan senyawa karbonat dan bikarbonat.

Spirulina kaya akan kandungan protein, yakni 55%-77% dari berat keringnya. Selain itu, spirulina juga banyak mengandung asam-asam lemak esensial (misalnya asam gamma linolenat, asam alfa linolenat, asam linolenat, asam stearidonat, DHA, dan AA), berbagai macam vitamin (B1, B2, B3, B6, asam folat, vitamin C, D, dan E), berbagai jenis mineral (kalium, kalsium, kromium, besi, magnesium, mangan, fosfor, selenium, natrium, dan seng), serta pigmen-pigmen fotosintesis (klorofil, santofil, beta karoten, zeasantin, dan lainnya).

Hasil pengujian secara in vitro menunjukkan bahwa spirulina mampu menghambat replikasi HIV di sel-sel T manusia, dan sel-sel Langerhans. Beberapa uji terhadap binatang percobaan menunjukkan bahwa spirulina membantu mencegah kerusakan jantung akibat kemoterapi menggunakan Doxorubicin, tanpa mempengaruhi khasiat anti tumor Doxorubicin. Selain itu, percobaan lain pada binatang percobaan membuktikan khasiat spirulina guna mengurangi tingkat keparahan stroke dan mempercepat pemulihan kondisi, mencegah penurunan memori dan kemampuan belajar yang terkait usia, serta mencegah dan mengobati hay fever.

Hasil pengujian pada manusia menunjukkan bahwa spirulina mampu menurunkan kolesterol total, meningkatkan kolesterol HDL, menurunkan trigliserida, dan menurunkan tekanan darah. Selain itu, spirulina juga terbukti efektif dalam pemulihan klinik melanosis dan keratosis akibat keracunan arsen, dan meningkatkan berat badan pada anak-anak penderita HIV atau pun non HIV.

Referensi:

Buono, S; Langellotti, AL; Martello, A; Rinna, F; Fogliano, V (August 2014). “Functional ingredients from microalgae.”. Food & Function. 5 (8): 1669–85.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *