Sel Induk atau Sel Punca

Advertisement

Sel induk, dikenal pula dengan nama sel punca, adalah sel yang belum mengalami diferensiasi. Sel induk atau sel punca ini akan mengalami diferensiasi menjadi sel-sel yang lebih spesifik melalui proses pembelahan sel. Sel induk atau sel punca ini terdapat pada organisme multiseluler. Pada mamalia, terdapat dua jenis sel induk atau sel punca, yakni sel punca embrionik dan sel punca dewasa.

Sel punca embrionik diperoleh dari massa sel bagian dalam dari sel blastosis, sedangkan sel punca dewasa diperoleh dari berbagai jaringan tubuh. Pada organisme dewasa, sel induk dan sel progenitor bermanfaat untuk memperbaiki kerusakan tubuh. Sedangkan pada embrio yang sedang berkembang, sel induk atau sel punca berdiferensiasi menjadi semua sel khusus, yakni ektoderm, endoderm, dan mesoderm, disamping juga tetap menjaga keseimbangan normal organ-organ yang mengalami regenerasi, misalnya kulit. Sumber sel induk atau sel punca pada manusia dewasa adalah sumsum tulang belakang, jaringan adiposa (sel lemak), dan darah.

Terapi sel induk atau sel punca menggunakan sel dewasa tidak menimbulkan kontroversi seperti halnya penggunaan sel embrionik, karena tidak perlu merusak embrio, oleh karena itu yang akan dibahas disini adalah terapi sel punca menggunakan sel dewasa. Untuk sekadar diketahui, sel embrionik diambil dari jaringan epiblas massa sel bagian dalam blastosis, atau embrio tahap morula, umurnya sekitar 4 hingga 5 hari pada embrio manusia, dan terdiri dari 50-150 sel.

Terapi menggunakan sel punca dewasa telah sukses digunakan untuk mengobati penyakit leukemia dan penyakit kanker darah atau tulang, hal ini dicapai melalui tranplantasi sumsum tulang belakang. Sel punca dewasa juga berhasil digunakan pada dunia kedokteran hewan untuk mengobati cidera pada tendon dan ligamen kuda.

Terapi sel induk atau sel punca merupakan terapi potensial untuk penyakit kanker, Parkinson, multiple sclerosis, kerusakan otot, dan berbagai penyakit lainnya. Terlepas dari potensi yang dimiliki terapi sel punca atau sel induk, terdapat kekhawatiran bahwa sel induk atau sel punca tersebut dapat menjadi sel tumor atau sel kanker bila pembelahan selnya tidak dapat dikendalikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *