Radang Akibat Obat Kemoterapi Ternyata Dipengaruhi oleh Waktu Pemberian Obat

Advertisement

Waktu pemberian obat kemoterapi ternyata mempengaruhi efek samping berupa radang di jaringan tubuh. Kesimpulan ini diperoleh tim ilmuwan yang melakukan percobaan pada tikus yang diberi obat kemoterapi doksorubisin dan siklofosfamid. Hasil penelitian ini cukup penting, mengingat radang, khususnya pada otak diduga menjadi penyebab efek samping pada sistem saraf misalnya depresi, cemas, dan kehilangan memori jangka pendek. Pemberian obat dengan mempertimbangkan waktu pemberiannya dinamakan kronoterapi.

Prinsip kronoterapi menggunakan irama sirkadian tubuh guna menjadwal penggunaan obat-obatan. Hal ini memastikan bahwa obat bekerja selaras dengan irama tubuh dan dengan demikian dapat mengurangi potensi efek samping yang terjadi. Pada penelitian ini tikus percobaan diberi injeksi obat kemoterapi siklofosfamid dan doksorubisin guna melihat respon peradangan. Obat disuntikkan 2 jam setelah matahari terbit atau 2 jam setelah matahari terbenam, kemudian tim ilmuwan mengambil sampel jaringan tikus dan mengamati tanda-tanda radang pada jaringan limpa dan otak. Sampel jaringan diambil 1, 3, 9, dan 24 jam setelah injeksi kemoterapi.

Hasilnya menunjukkan bahwa menyuntikkan obat kemoterapi pada siang hari, yaitu saat tikus tidak aktif akan meningkatkan ekspresi gen pemicu radang pada limpa. Tim ilmuwan menemukan dua jenis senyawa beracun hasil metabolisme obat kemoterapi. Senyawa ini berhubungan dengan radang, dan salah satunya yaitu senyawa doksorubisinol menyebabkan kerusakan jantung pada beberapa pasien. Pada tikus yang disuntik obat kemoterapi dua jam setelah matahari terbenam (waktu aktif tikus) ternyata radang yang terjadi lebih sedikit.

Akan tetapi pola ini terbalik pada otak. Lebih banyak radang yang terjadi ketika obat kemoterapi disuntikkan pada malam hari dibandingkan dengan yang disuntik pada siang hari. Perbedaan ini perlu disikapi dengan lebih baik oleh dokter. Hasil temuan ini belum dapat digunakan untuk menjadi landasan waktu terbaik untuk pemberian obat kemoterapi, namun penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata waktu pemberian obat merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam pemberian obat kepada pasien.

Referensi:

Borniger, Jeremy C., dkk.. Time-of-Day Dictates Transcriptional Inflammatory Responses to Cytotoxic Chemotherapy. Scientific Reports, 2017; 7: 41220 DOI: 10.1038/srep41220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *