Penderita Demam Berdarah Lebih Rentan Terkena Stroke

Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa orang yang terkena demam berdarah berisiko lebih besar terkena stroke, khususnya dalam jangka waktu 2 bulan sejak infeksi. Penelitian ini dimuat di jurnal CMAJ (Canadian Medical Association Journal). Demam berdarah diperkirakan menjangkiti lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia. Penyakit infeksi virus ini dapat mengarah kepada pendarahan spontan, gagalnya fungsi organ, dan kematian. Banyak orang rentan terkena infeksi demam berdarah, khususnya mereka yang tinggal di wilayah Asia Selatan, Asia Tenggara, Afrika, Amerika Selatan, Karibia, dll.

Pada penelitian ini, tim ilmuwan mengambil data dari 13.787 pasien yang didiagnosis baru demam berdarah antara tahun 2000-2012. Rentang umur pasien adalah 31-60 tahun. Ditemukan bahwa kejadian stroke lebih banyak terjadi pada orang yang mengalami demam berdarah (5.33 vs 3.72 per 1000 orang /tahun. Risiko terjadinya stroke pada masa 2 bulan setelah infeksi virus demam berdarah adalah 2.49 kali lebih besar dibandingkan dengan pasien kelompok kontrol yang tidak terkena demam berdarah.

Meskipun belum ada mekanisme pasti mengapa hal ini bisa terjadi, namun tim ilmuwan berharap bahwa penelitian ini dapat menjadi landasan bagi penelitian lebih lanjut mengenai patogenesis stroke yang terkait demam berdarah.

Referensi:

Hao-Ming Li, Ying-Kai Huang, Yuan-Chih Su, Chia-Hung Kao. Risk of stroke in patients with dengue fever: a population-based cohort study. Canadian Medical Association Journal, 2018; 190 (10): E285 DOI: 10.1503/cmaj.170994

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *