Pedoman ASCO Terbaru Terapi Penunjang Kanker Payudara Tahap Awal

Advertisement

Untuk pertamakalinya, American Society of Clinical Oncology (ASCO) mengeluarkan pedoman klinis komprehensif mengenai kemoterapi penunjang untuk kanker payudara tahap awal dan terapi penunjang tertarget untuk kanker payudara positif HER-2. Pedoman ini diadaptasi sebagian dari pedoman praktek klinis Cancer Care Ontario (CCO) 2015 dengan beberapa modifikasi dari ASCO. Pedoman ini dipublikasikan secara online pada tanggal 18 April di Journal of Clinical Oncology.

Regimen terapi berbasis antrasiklin dan taksan merupakan regimen baku untuk pasien dengan risiko tinggi HER-2 negatif. Pada pasien dengan HER-2 positif, pedoman ini merekomendasikan pemberian antrasiklin dan taksan yang diberikan bersamaan dengan trastuzumab atau docetaxel, carboplatin, dan trastuzumab untuk 6 siklus. Alternatif untuk pasien dengan HER-2 positif nodus negatif risiko rendah adalah kombinasi paclitaxel dan trastuzumab yang diberikan sekali seminggu selama 12 minggu, kemudian trastuzumab diberikan selama 1 tahun.

Adaptasi signifikan mengenai trastuzumab, adalah kini trastuzumab dapat diberikan untuk pasien tumor HER-2 positif. Sebelumnya pedoman CCO menyatakan bahwa pasien dengan tumor jenis ini hanya dapat diberikan trastuzumab sebagai bagian dari penelitian. Akan tetapi kini telah terdapat cukup data yang menyatakan bahwa trastuzumab dapat menurunkan tingkat kematian pasien.

Pedoman ASCO terbaru ini juga menyertakan pertimbangan khusus untuk 2 area abu-abu dalam penelitian medis, yaitu garam platinum dan pertuzumab. Terdapat inkonsistensi data mengenai penggunaan garam platinum sebagai komponen standar regimen penunjang triple negatif, misalnya carboplatin. Belum ada data konsisten mengenai efektivitas carboplatin untuk memperbaiki kemampuan bertahan hidup pasien, sehingga diperlukan data dari penelitian acak yang besar guna mengambil kesimpulan yang tepat.

Masalah yang sama juga berlaku untuk pertuzumab. Pada tahun 2013, FDA telah menyetujui penggunaan obat ini untuk digunakan lebih dari 6 siklus sebagai terapi penunjang kanker payudara tahap awal pada kondisi perioperatif. Konfirmasi mengenai efektivitas terapi ini berasal dari percobaan yang dinamakan APHINITY yang meneliti efektivitas dan keamanan pertuzumab yang digunakan 1 tahun setelah operasi. Banyak pihak tengah menunggu data ini. Ketika hasil percobaan APHINITY ini dilaporkan maka status pertuzumab akan menjadi jelas, apakah bermanfaat atau tidak.

Pedoman ASCO ini juga secara spesifik menyebutkan bahwa asesmen geriatrik harus dilakukan ketika akan memberikan kemoterapi kepada pasien usia lanjut. Berikut ini adalah pedoman ASCO secara garis besarnya:
– Regimen antrasiklin-taksan merupakan strategi optimal untuk kemoterapi penunjang pada pasien yang dapat mentoleransi obat ini, khususnya pasien yang memiliki risiko tinggi.
– Penambahan gemcitabine atau capecitabine pada regimen antrasiklin-taksan tidak direkomendasikan.
– Trastuzumab plus kemoterapi direkomendasikan untuk semua pasien kanker payudara dengan HER-2 positif nodus positif dan untuk pasien dengan tumor payudara lebih dari 1 cm HER-2 positif nodus negatif
– Trastuzumab dapat diberikan bersama dengan regimen kemoterapi lainnya.
– Docetaxel-trastuzumab, dan docetaxel-carboplatin-trastuzumab direkomendasikan untuk pasien dengan risiko tinggi kardiotoksisitas. Regimen ini kurang berefek kardiotoksisitas dibandingkan doxorubicin-siklofosfamid.
– Belum ada uji klinis fase 3 untuk alasan penambahan trastuzumab kepada beberapa regimen kemoterapi, seperti docetaxel-siklofosfamid.
– Pasien yang diberikan terapi trastuzumab selama 1 tahun harus diperiksa fungsi jantungnya secara rutin selama periode terapi.
– Pasien yang memiliki risiko tinggi dan ketika taksan dikontraindikasikan, direkomendasikan dosis optimal regimen tiga obat antrasiklin beserta siklofosfamid. Dosis kumulatif doxorubicin adalah ≥ 240 mg/ m² dan epirubicin adalah ≥600 mg/m², namun tidak melebihi 720 mg/m². Dosis kumulatif doxorubicin pada regimen dua obat hendaknya tidak melebihi 240 mg/m².
– Capecitabine tidak direkomendasikan sebagai kemoterapi penunjang pada pasien berumur lebih dari 65 tahun.
– Bila regimen antrasiklin-taksan dikontraindikasikan, dapat diberikan sebagai alternatif regimen siklofosfamid-MTX-fluorourasil.
– Pemberian trastuzumab bersamaan dengan komponen antrasiklin tidak direkomendasikan karena meningkatnya risiko kardiotoksisitas.
– Trastuzumab hendaknya diberikan pada saat bersamaan dengan kemoterapi nonantrasiklin, bukan setelahnya.

Referensi:

Denduluri, N., Somerfield, M.R., Eisen, A., Holloway, J.N., Hurria, A., King, T.A., Lyman, G.H., Partridge, A.H., Telli, M.L., Trudeau, M.E. and Wolff, A.C., 2016. Selection of Optimal Adjuvant Chemotherapy Regimens for Early Breast Cancer and Adjuvant Targeted Therapy for Human Epidermal Growth Factor Receptor 2–Positive Breast Cancers: An American Society of Clinical Oncology Guideline Adaptation of the Cancer Care Ontario Clinical Practice Guideline. Journal of Clinical Oncology, p.JCO670182.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *