Orang Kaya Berumur Lebih Panjang

Advertisement

Apakah menjadi kaya merupakan salah satu cara untuk memperpanjang umur? Ternyata jawabannya adalah benar, menurut penelitian terbaru. Pada sebuah penelitian paling komprehensif yang dilakukan oleh Raj Chetty, seorang profesor ekonomi dari Universitas Stanford, menemukan bahwa orang yang memiliki penghasilan lebih tinggi memiliki kecenderungan untuk hidup lebih lama.

Penelitian ini menunjukkan bahwa 1% orang yang memiliki penghasilan terbanyak dari responden memiliki umur rata-rata 15 tahun lebih panjang dibandingkan dengan 1% orang yang berpenghasilan terendah. Chetty juga menemukan bahwa penghasilan yang rendah berkaitan dengan rentang umur yang lebih pendek. Chetty menyimpulkan bahwa rahasia panjang umur ini bukan terletak pada sesuatu yang dibeli orang kaya untuk memperpanjang umur, misalnya obat dan layanan kesehatan yang bagus, namun lebih disebabkan karena perilaku keseharian yang mempengaruhi kesehatan.

Data yang diperoleh Chetty juga menunjukkan fakta menarik lainnya. Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa orang yang tinggal di wilayah perkotaan cenderung berumur lebih pendek dibandingkan dengan orang yang tinggal di pedesaan, alasannya adalah karena biaya hidup yang lebih tinggi dan stres akibat tinggal di lingkungan padat penduduk di perkotaan. Pada penelitian ini, Chetty justru menyatakan kebalikannya. Chetty menemukan bahwa orang berpenghasilan rendah yang tinggal di kota besar, misalnya New York dan San Fransisco memiliki rentang umur lebih tinggi dibandingkan orang yang tinggal di kota yang lebih kecil, seperti Detroit dan Tulsa.

Diduga bahwa hal ini terjadi karena adanya kebijakan dan aturan mengenai kesehatan yang lebih baik di kota-kota besar tersebut. Penegakkan aturan pelarangan merokok dan pelarangan bahan pangan yang berbahaya (misalnya lemak trans) nampaknya memiliki dampak menguntungkan bagi kesehatan masyarakat, baik kaya maupun miskin, yang tinggal di kota-kota besar ini. Hal ini didukung bukti bahwa orang berpenghasilan rendah yang tinggal di kota besar yang menegakkan aturan ini cenderung tidak mengalami obesitas, merokok lebih sedikit, dan memiliki kebiasaan hidup yang lebih sehat dibanding orang yang tinggal di kota lain yang tidak menerapkan aturan serupa. Jelaslah bahwa perilaku hidup sehat ternyata menjelaskan perbedaan rentang umur orang-orang ini.

Referensi:
Chetty R, Stepner M, Abraham S, et al. The Association Between Income and Life Expectancy in the United States, 2001-2014. JAMA. Published online April 10, 2016. doi:10.1001/jama.2016.4226.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *