Obat Tipes

Penyakit tipes, yang dikenal pula dengan nama demam tifoid, adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella enterica subsp. enterica sevovar Typhi. Tipes atau demam tifoid berbeda dengan penyakit demam paratifoid. Pada penyakit demam paratifoid, bakteri yang menjadi penyebabnya adalah Salmonella enterica subspesies enterica S. paratyphi A, S. paratyphi B, dan S. paratyphi C. Penyakit tipes atau demam tifoid harus juga dibedakan dari istilah typhus, karena penyakit typhus ini bersumber dari infeksi oleh bakteri Rickettsia.

Penularan penyakit tipes melalui makanan yang terkontaminasi feses penderita tipes. Oleh karena itu untuk mencegahnya, diperlukan sanitasi yang baik. Vaksinasi dapat mencegah tipes dengan tingkat perlindungan hingga 50 – 80 %.

Gejala penyakit tipes dibagi dalam beberapa tahap, tiap tahap berlangsung sekitar seminggu bila tidak diobati. Pada minggu pertama, gejala tipes meliputi kenaikan temperatur tubuh yang tidak terlalu tinggi, malaise, sakit kepala, dan batuk. Pada sebagian kasus dapat pula terjadi mimisan (epistaksis) dan nyeri abdomen. Pada tahap ini terjadi penurunan jumlah sel darah putih (lekosit), kultur darah yang positif terhadap Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi, sedangkan tes Widal masih negatif dalam tahap ini.

Pada minggu kedua infeksi, demamnya meningkat hingga 40 °C, disertai bradikardi, nyeri abdomen, serta delirium. Terdapat bintik-bintik merah pada dada dan abdomen. Diare dapat terjadi pada tahap ini. Limfa dan hepar membesar, terjadi peningkatan jumlah enzim transaminase. Tes Widal dan kultur darah menunjukkan hasil positif. Gejala umum pada tipes tahap ini adalah demam yang muncul pada sore hari.

Gejala tipes pada minggu ketiga adalah terjadinya komplikasi seperti pendarahan usus, perforasi usus, enchepalitis, serta abses metastatik. Demam masih tinggi, terjadi dehidrasi, dan pasien mengalami delirium. Jumlah platelet (trombosit) menurun, sehingga risiko pendarahan meningkat. Sedangkan gejala tipes pada minggu ketiga hingga minggu terakhir ditandai dengan berkurangnya demam.

Obat penyakit tipes pada umumnya adalah antibiotik serta rehidrasi atau mengembalikan keseimbangan cairan pasien. Rehidrasi dapat dilakukan dengan memberikan cairan Oralit secara oral atau dapat pula digunakan cairan infus secara intravena hingga tercapai keseimbangan cairan pasien. Beberapa antibiotik dapat digunakan sebagai obat penyakit tipes, diantaranya adalah ciprofloxacin, ceftriaxone. cefotaxime, cefixime, ampisilin, kloramfenikol, trimethoprim-sulfametoksazol, serta amoxicillin.

Ciprofloxacin adalah antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati tipes. Obat ini tergolong antibiotika fluorokuinolon generasi kedua. Mekanisme kerjanya adalah dengan cara menghambat pembentukan DNA sel bakteri, sehingga pembelahan sel bakteri terganggu. Wanita hamil yang menderita tipes, sebaiknya tidak menggunakan ciprofloxacin, oleh karena obat tipes ini mempengaruhi perkembangan janin. Ciprofloxacin juga sebaiknya tidak digunakan selama masa menyusui karena terdapat pada ASI. Anak-anak yang terkena tipes juga tidak boleh menggunakan obat ini karena ciprofloxacin menyebabkan kecacatan permanen pada sistem otot dan rangka anak. Sehingga disimpulkan bahwa ciprofloxacin hanya boleh digunakan pada orang dewasa, tidak sedang hamil atau menyusui.

Obat tipes lainnya adalah antibiotika sefalosporin generasi ketiga, misalnya ceftriaxone dan cefotaxime. Obat ini digunakan secara parenteral sebagai pilihan pertama untuk mengobati tipes. Untuk pilihan obat per oral, dapat digunakan Cefixime. Obat tipes ini bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri. Wanita hamil, menyusui, dan anak-anak dapat menggunakan ceftriaxone, cefotaxime, dan cefixime sebagai obat tipes.

Amoxicillin dapat pula dijadikan alternatif antibiotika untuk penyakit tipes, bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri. Amoxicillin aman digunakan oleh wanita hamil, menyusui, dan anak-anak. Selain amoxicillin, antibiotika alternatif lainnya adalah kloramfenikol. Kloramfenikol membunuh bakteri tipes dengan cara berikatan dengan subunit 50S pada ribosom, sehingga menghambat sintesis protein bakteri. Namun wanita hamil dan menyusui sebaiknya tidak menggunakan kloramfenikol sebagai obat tipes. Pada anak-anak yang menderita tipes, kloramfenikol hanya digunakan sebagai antibiotika alternatif.

Obat tipes tradisional yang lazim digunakan di masyarakat adalah cacing jenis Lumbricus rubellus, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak cacing ini menghambat pertumbuhan Salmonella typhi secara in vitro. Akan tetapi Purwitanto dkk gagal membuktikan efek obat tipes tradisional ini terhadap kesembuhan penyakit tipes pasien. Selain cacing, obat tipes tradisional lainnya adalah buah sawo muda, mentimun, kunyit, dan temu lawak. Obat-obat tipes tradisional tersebut tentunya harus digunakan sebagai terapi komplementer atau pelengkap terapi standar. Terapi standar tipes dengan antibiotik dan rehidrasi harus didahulukan karena sudah evidence based, sedangkan obat tipes tradisional boleh digunakan sebagai pelengkap.

Referensi:

Lozano R, Naghavi M, Foreman K, Lim S, Shibuya K, Aboyans V, Abraham J, Adair T, Aggarwal R, Ahn SY, dkk., 2012, Global and regional mortality from 235 causes of death for 20 age groups in 1990 and 2010: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2010, Lancet 380 (9859): 2095–128.

Purwitanto P, Datau EA, Nugroho A, 2013, The effect of Lumbricus rubellus  in treatment of patient with typhoid fever, J Indon Med Assoc 63: 58-62.

8 thoughts on “Obat Tipes

  • Desember 21, 2017 at 8:27 pm
    Permalink

    amoxilin sirup bagus kah untuk obat tipes anak 7 tahun? soalnya anak saya ga bisa nelan obat kapsul

    Reply
    • Desember 22, 2017 at 1:43 pm
      Permalink

      Amoxicillin bisa diberikan untuk mengatasi tipes, namun bukan obat pilihan pertama. Untuk memastikan bahwa anak anda memang benar terkena tipes, disarankan pemeriksaan laboratorium, meliputi imunoglobulin salmonella yang hasilnya lebih bagus daripada pemeriksaan Widal. Kemudian untuk menentukan antibiotika apa yang akan digunakan, sebaiknya atas resep dokter agar obat yang diberikan tepat dan anak anda terhindar dari pemakaian obat yang tidak perlu.

      Reply
  • Januari 9, 2018 at 6:02 am
    Permalink

    Aslm alkm…..
    Z suda pas 1 tahun sakit pertama sakit di bulan januari 2017 pada waktu itu saya seperti orang gila dan sempat di bawah di dokter pesikiater walhasil setelah cek up ternyata saya positif kena penyakit tives. Dan di opnama selama 9 hari. Tapi selama keluar dari rumah sakit tidak pernah sembuh total dan 4 x cek up ulang masi pisitif tives dan selama ini saya selalu komsumsi cefixim 200 mg bergantian dgn coprofloxasin z sekarang ini uda sangat kuatir karna suda komsumsi anti biotik terlalu lama tapi kalau z tidak minum obat lansung terasa kambuh tives saya…. mohon bagaimana solusinya dan obat apa yg bisa saya komsumsi apa saya lanjutkan z terus komsumsi obat yg tadi atau gimana mohon bantuannya. Terima kasih

    Reply
    • Januari 11, 2018 at 4:02 pm
      Permalink

      Wa’alaikumsalam wrwb
      Penggunaan antibiotika yang terlalu lama malah merugikan anda sendiri, yaitu membuat kuman menjadi kebal. Bila kuman sudah kebal, nanti akan sulit sekali diobati. Tipes yang anda alami seharusnya sudah bisa disembuhkan dengan antibiotika tersebut selama 1 minggu pemakaian, bila anda merasa belum sembuh maka langkah yang disarankan adalah periksa ulang ke dokter, bukannya melanjutkan minum antibiotik. Tujuannya agar anda terhindar dari potensi efek samping obat dan supaya penyakit yang diderita bisa segera diketahui penyebabnya.

      Reply
  • Juli 17, 2018 at 10:09 am
    Permalink

    apa obat nya untuk perut sakit trasa kembung dan terasa dingin bila tengah malam

    Reply
    • Juli 21, 2018 at 12:22 pm
      Permalink

      Banyak faktor yang menyebabkan keluhan tersebut, di antaranya pola makan sebelum tidur, adanya luka (ulkus) pada lambung, atau bisa jadi masalah psikologis. Dengan demikian obat yang dapat diberikan akan sangat berbeda tergantung penyebabnya. Oleh karena itu sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu, agar penyebab pasti dari gejala yang Anda alami dapat diidentifikasi dan Anda terhindar dari penggunaan obat yang tidak tepat. Demikian jawaban saya, semoga membantu.

      Reply
  • Agustus 20, 2018 at 8:22 pm
    Permalink

    Saya sudah 1 bln gejala typus, sudah sempat di opname 5 hari tapi masih demam juga, sering merasa panas dingin, dan lambung saya sering terasa perih, sering lapar kadang juga nyeri di perut dekat pusar.. Sy check up lg ke dokter slalu di kasih antibiotik yg berubah2 seperti thiampenicol dan cefixime. Tapi saya juga takut karna terlalu lama konsumsi antibiotik, mohon solusi nya pak, apakah bisa di obati dengan kunyit atau temulawak sebagai pengganti antibiotik kimia?

    Reply
    • Agustus 26, 2018 at 8:51 pm
      Permalink

      Pengobatan typus yang utama adalah dengan menggunakan antibiotika seperti yang sudah Anda dapatkan dari dokter. Antibiotika harus dihabiskan agar kuman typus tidak menjadi kebal terhadap antibiotika. Walaupun Anda sudah merasa sembuh, jangan sekali-kali menyisakan antibiotika, harus diminum sampai tuntas sesuai dosis. Anda tidak perlu khawatir terhadap efek samping antibiotika karena mayoritas bisa ditoleransi dg baik oleh tubuh. Jamu seperti kunyit dll dapat anda gunakan sebagai pendamping obat utama yaitu antibiotika, bukan untuk menggantikan antibiotika. Demikian jawaban saya, semoga membantu.

      Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *