Obat Jerawat

Advertisement

Jerawat bagi sebagian besar orang sangat mengganggu karena mempengaruhi penampilan. Pada umumnya jerawat terjadi menjelang masa remaja, akibat dari peningkatan hormon testosteron. Biasanya jerawat akan menghilang dengan sendirinya bila masa remaja sudah terlewati. Selain akibat perubahan hormon, jerawat juga dapat disebabkan oleh faktor genetik, infeksi (oleh bakteri Propionibacterium acnes), dan makanan tinggi gula.

Beberapa obat tersedia untuk mengobati jerawat atau untuk mengurangi gejalanya. Benzoil peroksida adalah salah satu obat jerawat yang digunakan untuk mengobati jerawat yang ringan hingga sedang. obat jerawat ini bekerja melawan bakteri P. acnes, efek sampingnya ringan berupa kulit kering. Obat jerawat ini dapat meningkatkan sensitifitas kulit terhadap sinar matahari, maka pemakaian tabir surya sangat disarankan bila memakai benzoil peroksida.

Obat jerawat lainnya adalah jenis antibiotika, seperti klindamisin, eritromisin, dan tetrasiklin. Akan tetapi seiiring semakin kebalnya kuman maka obat jerawat ini menjadi kurang efektif. Terapi hormon juga dapat digunakan untuk melawan jerawat. Obat jerawat yang berbasis hormon ini biasanya mengandung kombinasi hormon antiandrogen cyproterone dan estrogen. Retinoid oral dan topikal, seperti retinol, tretinoin, adapalen, dan tazaroten juga dapat digunakan sebagai obat jerawat. Retinoid melawan jerawat dengan cara mengurangi sekresi kelenjar minyak kulit.

Obat jerawat lainnya adalah nikotinamid, bekerja sebagai antiinflamasi/anti radang. Ibuprofen dan asam mandelat juga dapat digunakan sebagai antiinflamasi pada pengobatan jerawat. Obat herbal seperti minyak teh telah digunakan dengan sukses untuk mengobati jerawat, bahkan khasiatnya dapat disetarakan dengan benzoil peroksida. Herba lain yang juga digunakan sebagai obat jerawat adalah lidah buaya (Aloe vera) dan pepaya, akan tetapi manfaatnya belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *