Obat Golongan Statin Menurunkan Risiko Amputasi pada Penyakit Arteri Perifer

Advertisement

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pasien yang menderita penyakit arteri perifer dan mengkonsumsi obat penurun kolesterol golongan statin memiliki risiko amputasi dan kematian yang lebih kecil dibandingkan dengan pasien penderita penyakit arteri perifer yang tidak mengkonsumsi statin. Contoh obat golongan statin adalah simvastatin dan rosuvastatin.

Penyakit arteri perifer merupakan penyempitan pada pembuluh darah arteri pada kaki, perut, lengan, dan kepala. Penyakit ini tidak begitu dikelola dengan baik bila dibandingkan dengan penyakit jantung. Selain itu tidak terdapat cukup penelitian mengenai penggunaan obat golongan statin yang optimal pada pasien ini.

Menurut penelitian yang disampaikan pada American Heart Association’s Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology, Peripheral Vascular Disease 2016 Scientific Sessions, pasien penderita penyakit arteri perifer yang mengkonsumsi statin dengan dosis tinggi memiliki risiko amputasi yang lebih rendah sebesar 33% dan risiko kematian yang lebih rendah sebesar 29% dibandingkan dengan pasien penderita penyakit arteri perifer yang tidak menggunakan statin.

Penelitian ini melibatkan 208.000 pasien penderita penyakit arteri perifer, yang dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama adalah pasien yang mendapat statin dosis tinggi, kelompok kedua adalah pasien yang mendapat statin dosis sedang sampai rendah, sedangkan kelompok ketiga adalah pasien yang tidak mendapatkan terapi statin. Data ketiga kelompok pasien tersebut kemudian dinilai berdasarkan risiko terhadap amputasi dan kematian.

Para peneliti menemukan bahwa pasien penderita penyakit arteri perifer yang mengkonsumsi statin dosis tinggi memiliki risiko amputasi dan kematian terendah dibandingkan kedua kelompok lainnya. Oleh karena itu para ilmuwan merekomendasikan bahwa pasien yang telah mendapat diagnosis penyakit arteri perifer agar mempertimbangkan penggunaan obat statin, sepanjang pasien mampu mentoleransinya. Pemberian obat disertai dengan terapi lainnya, misalnya berhenti merokok, terapi obat antikoagulan, dan rehabilitasi medik.

Referensi:
American Heart Association’s Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology, Peripheral Vascular Disease 2016 Scientific Sessions.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *