Obat Baru Ini Diklaim Bisa Mengatasi Kanker Payudara Triple-Negative

Penelitian terbaru telah mengungkapkan adanya obat yang dapat menurunkan pertumbuhan dan penyebaran kanker payudara triple-negative.  Metode pengobatan baru ini menggunakan sejenis protein untuk menghambat mekanisme yang memungkinan sel kanker untuk membelah diri dan bermigrasi. Protein yang dinamakan tubulointerstitial nephritis antigen-like 1 (TINAGL1), terdapat alami di dalam tubuh. Penelitian ini membuktikan bahwa senyawa protein ini baik sintetis maupun rekombinan mampu mengurangi perkembangan dan penyebaran sel kanker.

Terapi kanker payudara jenis triple negative sudah diupayakan sejak dahulu, namun selalu gagal oleh karena sel kanker bisa menghindari terapi pengobatan. Dengan obat baru ini diharapkan sel kanker tidak mampu meloloskan diri. Kanker payudara merupakan sejenis kanker yang terjadi ketika sel-sel pada jaringan payudara tumbuh secara abnormal dan membelah diri. Hormon estrogen, progesteron, dan berlebihnya kadar epidermal growth factor receptor 2 (HER2) diketahui merupakan pemicunya.

Strategi terapi kanker payudara dilakukan dengan cara menguji sampel jaringan kanker payudara untuk reseptor hormone dan kadar HER2, dengan cara ini kekuatan pemicu kanker dapat diketahui. Sekitar dua per tiga pasien kanker payudara akan menunjukkan hasil positif untuk reseptor estrogen atau progesteron, atau keduanya. Sekitar 20% akan menunjukkan hasil positif untuk HER2. Akan tetapi 12-17 % pasien kanker payudara akan menunjukkan hasil negatif untuk reseptor hormon dan juga HER2. Ini yang dinamakan triple negative.

Pilihan terapi untuk kanker payudara triple negative sangat terbatas, karena jenis kanker ini tidak merespon terhadap terapi hormon, misalnya tamoxifen atau terapi HER2 misalnya trastuzumab. Kanker payudara triple negative juga cenderung lebih agresif. Penelitian terbaru menyatakan bahwa senyawa TINAGL1 sintetis merupakan obat yang menjanjikan bagi terapi kanker payudara triple negative. Senyawa TINAGL1 bekerja dengan cara menurunkan aktifitas protein epidermal growth factor receptor (EGFR). Selain itu TINAGL1 juga mempengaruhi protein focal adhesion kinase (FAK) dan molekul integrin. Dengan mekanisme ini, sel kanker triple negative akan kesulitan untuk tumbuh, bermigrasi, melekat satu sama lain, dan membentuk tumor baru di bagian tubuh lainnya.

Referensi

Shen, M., Jiang, Y.Z., Wei, Y., Ell, B., Sheng, X., Esposito, M., Kang, J., Hang, X., Zheng, H., Rowicki, M. and Zhang, L., 2019. Tinagl1 Suppresses Triple-Negative Breast Cancer Progression and Metastasis by Simultaneously Inhibiting Integrin/FAK and EGFR Signaling. Cancer Cell.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *