Obat Asam Urat: Sekilas Informasi

Advertisement

Obat asam urat digunakan untuk mengurangi kadar asam urat dalam darah. Sebelum itu, Anda pasti bertanya mengapa kadar asam urat yang tinggi harus diturunkan? Asam urat adalah senyawa heterosiklik yang terdiri dari atom karbon, nitrogen, oksigen, dan hidrogen, dengan formula C5H4N4O3. Asam urat merupakan hasil reaksi pemecahan metabolik senyawa purin, yakni xantin dan hipoxantin. Enzim xantin oksidase akan mengubah xantin dan hipoxantin menjadi asam urat.

Asam urat yang berlebihan kadarnya di dalam darah dapat menyebabkan sejenis artritis, yang dinamakan gout atau pirai. Gout terjadi karena mengkristalnya asam urat di dalam darah dan tertumpuk di sendi, tendon, dan jaringan sekitarnya. Penumpukan asam urat ini menimbulkan nyeri dan panas pada daerah persendian.

Obat yang digunakan untuk mengobati gout seringkali disebut secara awam sebagai obat asam urat. Obat-obat yang sering digunakan untuk mengobati asam urat/gout antara lain Obat Antiinflamasi Non Steroid (NSAID), termasuk di dalamnya adalah natrium diklofenak, dan meloxicam. Obat antiinflamasi non steroid digunakan untuk mengatasi nyeri dan bengkak akibat gout, namun harus digunakan dengan hati-hati pada penderita gangguan lambung dan ginjal.

Obat lain yang sering digunakan sebagai obat asam urat/gout adalah colchisine, obat asam urat ini digunakan pada pasien yang tidak tahan NSAID. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pergerakan neutrofil, sehingga menghasilkan efek antiinflamasi.

Allopurinol digunakan untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah. Obat asam urat ini menghambat enzim xantin oksidase, dengan demikian mengurangi pembentukan asam urat di dalam tubuh. Selain dengan obat, asam urat juga dapat diturunkan kadarnya dengan cara pola makan yang rendah purin. Purin, sebagai senyawa pembentuk asam urat, banyak terdapat di “jeroan”, sehingga bagi penderita asam urat tinggi, bila tidak ingin mengkonsumsi obat terus-menerus maka hendaknya membatasi asupan “jeroan”.

Referensi:

Iwanaga T, Kobayashi D, Hirayama M, Maeda T, Tamai I (December 2005). “Involvement of uric acid transporter in increased renal clearance of the xanthine oxidase inhibitor oxypurinol induced by a uricosuric agent, benzbromarone”. Drug metabolism and disposition: the biological fate of chemicals. 33 (12): 1791–5.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *