Minyak Kanola Bisa Menurunkan Daya Ingat

Minyak kanola seringkali disebut sebagai minyak goreng sehat. Namun sebuah penelitian terbaru menyatakan hal sebaliknya. Minyak kanola ternyata dapat menurunkan daya ingat. Tim ilmuwan mengambil kesimpulan ini setelah mengamati model tikus percobaan yang menderita penyakit Alzheimer’s. Mereka menemukan bahwa makanan kaya akan minyak kanola memperburuk masalah daya ingat dan menambah berat badan. Hasil temuan ini dipublikasikan di jurnal Scientific Reports.

Minyak kanola adalah sejenis minyak nabati yang berasal dari tanaman Brassica napus, satu keluarga dengan kubis. Minyak kanola tersedia secara komersial pada tahun 1970. Minyak ini sedikit mengandung erucic acid, yakni sejenis asam lemak yang menurut beberapa penelitian dikaitkan dengan masalah kardiovaskuler dan kanker. Minyak kanola juga rendah akan lemak jenuh, namun tinggi lemak tak jenuh yang mampu menurunkan kolesterol. Tak heran bila minyak kanola dipromosikan sebagai minyak yang memiliki manfaat bagi kesehatan.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Pratico dan kawan-kawan berupaya mencari pembuktian lebih akan pengaruh minyak kanola terhadap kesehatan, khususnya pada otak. Pada penelitian ini, tim ilmuwan tersebut mengamati model tikus percobaan untuk mencari tahu pengaruh minyak kanola terhadap perkembangan penyakit Alzheimer’s. Penyakit ini merupakan sejenis dementia yang paling umum, ditandai dengan masalah pada kemampuan belajar dan daya ingat. Penyebab penyakit Alzheimer’s belum dapat dipastikan, namun diduga bahwa timbunan protein beta amiloid atau plak, berperan pada perkembangan penyakit ini. Tim ilmuwan berupaya mengetahui bagaimana pola makan tinggi minyak kanola mempengaruhi pembentukan plak beta amiloid di otak, sekaligus pengaruhnya terhadap kemampuan belajar dan daya ingat.

Hasilnya ditemukan bahwa tikus yang diberi makan kaya akan minyak kanola mengalami penambahan berat badan signifikan dan penurunan daya ingat. Menariknya, tikus yang diberi makanan kaya akan minyak kanola mengalami penurunan kadar protein beta amiloid 1-40 yang berperan untuk mengendalikan pembentukan plak beta amiloid dan kerusakan sinaps, struktur saraf yang berperan dalam komunikasi di antara sel-sel otak. Penurunan kadar protein beta amiloid 1-40 berakibat pada semakin banyaknya protein beta amiloid 1-42 yang berperan dalam pembentukan plak, dengan kata lain plak menjadi semakin banyak.

Berdasarkan hasil penelitian ini, tim ilmuwan berpendapat bahwa mengkonsumsi minyak kanola jangka panjang ternyata bisa merugikan otak. Kini tim ilmuwan tengah merancang penelitian lain guna menentukan waktu yang diperlukan minyak kanola untuk dapat membentuk plak di otak.

Referensi;

Lauretti, Elisabetta. Pratico, Domenico. Effect of canola oil consumption on memory, synapse and neuropathology in the triple transgenic mouse model of Alzheimer’s disease. Scientific Reports 7, Article number: 17134 (2017). doi:10.1038/s41598-017-17373-3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *