Minum Obat Pereda Nyeri Saat Demam Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

Advertisement

Ibuprofen atau obat pereda nyeri lain dari golongan NSAID (non steroidal anti-inflammatory drugs) yang diminum untuk meredakan demam atau gejala flu nampaknya sekilas tidak berbahaya, namun penelitian terbaru mengungkapkan bahwa hal ini bisa meningkatkan risiko serangan jantung. Penelitian yang dimuat di The Journal of Infectious Diseases dilakukan oleh Dr. Cheng-Chung Fang dari National Taiwan University Hospital.

Obat golongan NSAID adalah kelompok obat yang dapat meredakan nyeri dengan cara menghambat inflamasi atau radang di dalam tubuh. Ibuprofen dan aspirin merupakan contoh obat NSAID yang paling sering digunakan. Beberapa orang menggunakan obat ini untuk meredakan gejala infeksi pernafasan akut, seperti demam, flu, dan sakit kepala. Menurut Dr. Fang, beberapa penelitian sebelumnya telah menyatakan kaitan antara penggunaan NSAID dengan meningkatnya risiko serangan jantung. Namun belum ada penelitian yang mengevaluasi apakah penggunaan NSAID selama infeksi pernafasan akut memiliki risiko yang lebih besar terhadap kejadian serangan jantung ataukah tidak.

Guna menjawab pertanyaan ini, tim ilmuwan menggunakan data dari program asuransi nasional di Taiwan dan menganalisis data 9.793 pasien yang dirawat inap karena serangan jantung antara tahun 2007-2011. Tim ilmuwan menilai risiko serangan jantung pada pasien ini dengan membagi pasien menjadi 4 kelompok, yakni selama pasien menderita infeksi pernafasan akut, selama penggunaan NSAID, penggunaan NSAID ketika menderita infeksi pernafasan akut, dan tidak ada paparan NSAID atau pasien tidak menderita infeksi pernafasan akut.

Setelah dianalisis, hasilnya diperoleh bahwa risiko serangan jantung paling tinggi ketika pasien menggunakan NSAID selama menderita infeksi pernafasan akut, yakni sebesar 3,4 kali lipat. Sedangkan ketika pasien diberikan NSAID intravena di rumah sakit selama menderita infeksi pernafasan akut, maka risikonya menjadi lebih besar 7,2 kali lipat untuk terkena serangan jantung. Para ilmuwan mengingatkan bahwa hasil penelitian ini murni observasional, sehingga datanya belum cukup membuktikan bahwa penggunaan NSAID selama pasien menderita infeksi pernafasan akut akan meningkatkan risiko serangan jantung secara langsung. Namun tim ilmuwan merekomendasikan agar pasien harus lebih berhati-hati dalam menggunakan NSAID selama menderita gejala infeksi pernafasan akut. Parasetamol nampaknya lebih aman dibanding NSAID dan dapat menjadi alternatif terapi pereda gejala infeksi pernafasan akut.

Referensi:

Wen, Y.-C., Hsiao, F.-Y., Chan, K.A., Lin, Z.-F., Shen, L.-J., dan Fang, C.-C., n.d. Acute Respiratory Infection and Use of Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs on Risk of Acute Myocardial Infarction: A Nationwide Case-Crossover Study. The Journal of Infectious Diseases, .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *