Menikah Ternyata Dapat Menurunkan Tingkat Kematian Akibat Kanker

Advertisement

Menikah ternyata dapat melawan kanker, hal ini ditemukan oleh sebuah penelitian terbaru. Penelitian ini membuktikan bahwa orang yang menikah memiliki kemampuan bertahan terhadap kanker lebih baik daripada orang yang tidak menikah. Pria lajang yang didiagnosis kanker memiliki tingkat kematian 27% lebih tinggi daripada pria menikah yang juga sama-sama didiagnosis kanker. Sementara itu tingkat kematian wanita lajang penderita kanker adalah 19% lebih tinggi dibandingkan wanita penderita kanker yang sudah menikah.

Para peneliti menyimpulkan bahwa lebih rendahnya tingkat kematian akibat kanker pada orang yang menikah lebih disebabkan karena adanya ikatan emosional yang lebih baik, bukannya aspek finansial yang juga diberikan oleh pernikahan. Faktor yang turut diperhitungkan dalam penelitian ini meliputi status sosioekonomi, hubungan antar tetangga, dan ada/tidaknya jaminan asuransi. Setelah dianalisis maka diperoleh kesimpulan bahwa faktor menikah atau tidaknya seseorang menjadi faktor utama yang menentukan tingkat kematian akibat kanker. Namun perlu dicatat bahwa penelitian ini hanya menemukan adanya hubungan antara status pernikahan dengan prognosis kanker, bukannya kaitan antara penyebab dan efek.

Beberapa penelitian sebelumnya dalam rentang 10-15 tahun terakhir telah menunjukkan adanya manfaat serupa yang diperoleh oleh orang yang telah menikah terhadap prognosis kanker. Semua penelitian tersebut menarik kesimpulan yang hampir sama bahwa kasih sayang dan dukungan pasangan menjadi faktor penting untuk menurunkan tingkat kematian pada salah satu pasangan penderita kanker.

Orang yang telah menikah juga cenderung untuk memiliki pendapatan gabungan yang lebih besar dan akses yang lebih baik kepada asuransi. Untuk melihat apakah faktor fiansial juga berhubungan dengan tingkat kematian akibat kanker, maka para peneliti melihat pula catatan medik 800.000 orang dewasa di California, Amerika Serikat, yang didiagnosis kanker invasif antara tahun 2000-2009, kemudian data tersebut diikuti hingga tahun 2012.

Penelitian ini, yang diterbitkan di jurnal Cancer pada tanggal 11 April kemarin mengungkapkan bahwa faktor finansial tidak memiliki dampak signifikan pada kemampuan bertahan seseorang terhadap kanker. Ternyata dukungan yang diberikan pasangan, misalnya membantu membuatkan sarapan, membantu minum obat, dan menemani ke dokter, akan sangat membantu dalam menurunkan tingkat kematian akibat kanker. Bantuan dan dukungan ini berlangsung terus menerus, dan tidak akan diperoleh oleh orang yang tidak menikah alias melajang. Hal ini menjelaskan mengapa orang yang melajang memiliki tingkat kematian akibat kanker yang lebih tinggi dibanding orang yang menikah.

Referensi: www.cancer.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *