Mengurangi Risiko Terkena Kanker dengan Mengubah Gaya Hidup

Advertisement

Sekitar 20-40% kejadian kanker dan separuh kematian akibat kanker dapat dihindari dengan cara mengubah gaya hidup. Hal ini disimpulkan oleh sebuah penelitian baru. Setelah memeriksa risiko kanker diantara sejumlah populasi orang kulit putih di Amerika Serikat, tim peneliti menyimpulkan bahwa banyak kasus kanker dan kematian akibat kanker dapat dihindari dengan cara tidak merokok, tidak minum alkohol, menjaga berat badan ideal (BMI antara 18,5-27,5) dan berolahraga ringan secara rutin.

Penelitian kohort ini dilakukan oleh tim peneliti dari Harvard Medical School dengan cara menganalisis data yang berasal dari Nurses’ Health Study, dan the Health Professionals Follow-up Study guna melihat hubungan antara gaya hidup dengan kejadian kanker dan kematian.

Tim peneliti mendefinisikan “gaya hidup sehat” sebagai perilaku yang tidak merokok atau pernah merokok sesekali di masa lampau, tidak atau hanya sedikit sekali meminum alkohol, memiliki BMI antara 18,5-27,5 dan terlibat dalam olahraga ringan sebanyak 150 menit per minggu atau olah raga agak berat sebanyak 75 menit per minggu. Peserta penelitian yang memenuhi semua kriteria tersebut dikelompokkan ke dalam kelompok risiko rendah, sedangkan lainnya dimasukkan ke dalam kelompok risiko tinggi.

Penelitian ini melibatkan 89.571 perempuan dan 46.339 laki-laki, sebanyak 16.531 perempuan (18%) dan 11.731 laki-laki (25%) dikelompokkan ke dalam kelompok risiko rendah. Kemudian tim peneliti menghitung PAR (population-attributable risk) dengan cara membandingkan kejadian dan mortalitas kanker dan jenis kanker individual utama diantara kelompok risiko rendah dan tinggi.

Kanker terjadi sebanyak 463 kasus setiap 100.000 orang di kelompok perempuan risiko rendah vs 618 setiap 100.000 orang di kelompok perempuan risiko tinggi. Sedangka pada pria terdapat kejadian kanker sebanyak 283 kasus setiap 100.000 orang pada kelompok risiko rendah dan 425 kasus pada kelompok pria risiko tinggi. Nilai PAR yang diekstrapolasikan untuk kejadian kanker pada wanita adalah 25% dan 33% pada pria. Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat sebagai landasan bagi pencegahan kasus kanker di masyarakat.

Referensi:
Colditz GA dan Sutcliffe S, 2016. The preventability of cancer: Stacking the deck. JAMA Oncol. Published online May 19, 2016. doi:10.1001/jamaoncol.2016.0889

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *