Mengenal Sarang Semut, Obat Kanker Alami

Advertisement

Sarang semut, yang secara empiris dikenal memiliki khasiat antikanker, sebenarnya merupakan tanaman dari genus Myrmecodia. Spesies sarang semut yang telah dikenal antara lain Myrmecodia beccani, Myrmecodia tuberosa, dan Myrmecodia pendans. Sarang semut adalah tanaman asli Asia Tenggara, tumbuh menempel di batang tanaman lainnya. Sarang semut, walaupun tumbuh menempel pada tanaman lainnya, bukan merupakan parasit sejati karena tanaman berduri ini juga memiliki daun yang berfungsi fotosintesis.

Di habitatnya, sarang semut membentuk hubungan mutualisme (saling menguntungkan dengan semut). Sarang semut menyediakan ruangan yang hangat bagi koloni semut, sekaligus melindungi koloni semut dari predator dengan perlindungan duri pada kulit sarang semut. Sedangkan sarang semut memperoleh manfaat dari koloni semut berupa nutrisi yang ditinggalkan semut di dinding bagian dalam sarangnya.

Beberapa senyawa terkandung dalam tanaman sarang semut ini, diantaranya adalah senyawa flavonoid, tanin, dan polifenol. Senyawa-senyawa tersebut bertanggungjawab terhadap berbagai macam khasiat empiris sarang semut, diduga akibat dari aktifitas antioksidannya.

Sarang semut dapat menonaktifkan sel kanker, walaupun belum dibuktikan dengan bukti klinis yang memadai, beberapa orang telah menggunakannya sebagai terapi alternatif kanker. Selain itu, sarang semut juga dikatakan memiliki khasiat meringankan penyakit jantung dan pembuluh darah, wasir, migrain, dan gout/artritis.

Sebelum menggunakan sarang semut, sebaiknya Anda memperhatikan kualitas tanamannya. Sarang semut yang akan digunakan hendaknya sudah melewati tahap pengeringan yang benar, bila masih lembab atau setengah kering akan tumbuh jamur yang malah akan membahayakan bila diminum. Selain itu, hendaknya kulit terluarnya dikupas terlebih dahulu sebelum dikeringkan, karena kulit terluarnya berpotensi menyebabkan keracunan bila ikut diminum.

Cara minum sarang semut yang sudah berbentuk serbuk adalah dengan menuang 1 sendok makan serbuk sarang semut kemudian diseduh dengan 250 ml air mendidih, setelah dingin dapat diminum tanpa ampasnya. Sedangkan sarang semut yang masih lempengan, sebaiknya dibuat serbuk dengan cara ditumbuk terlebih dahulu, kemudian diseduh dengan air mendidih seperti dijelaskan di atas.

Referensi:

Jebb M, Huxley C (8 February 2009). “A revision of the ant-plant genus Hydnophytum (Rubiaceae)”. National Botanic Gardens Glasnevin website. Dublin, Ireland: National Botanic Gardens Glasnevin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *