Menangkal Neutropenia dengan Filgrastim

Advertisement

Rendahnya jumlah neutrofil di dalam darah, atau yang disebut neutropenia, merupakan kondisi yang sering kali menyertai pasien kemoterapi, keracunan radiasi, HIV/AIDS, dan banyak faktor lainnya. Neutropenia dapat diterapi menggunakan filgrastim. Obat ini akan meniru sumsum tulang untuk meningkatkan produksi neutrofil. Selain digunakan pada kondisi neutropenia pasien kemoterapi, obat ini juga digunakan untuk meningkatkan jumlah sel batang hematopoietik di darah sebelum dilakukan leukapheresis pada transplantasi sel batang hematopoietik.

Filgrastim merupakan granulocyte colony stimulating factor (G-CSF) yang dihasilkan dari teknologi rekombinan DNA. G-CSF mengatur produksi neutrofil di sumsum tulang. Tubuh menghasilkan G-CSF dengan bantuan monosit, fibroblast, dan sel endotel. Efek samping yang mungkin terjadi akibat filgrastim adalah nyeri tulang ringan setelah pasien menggunakan obat ini berulangkali, juga ada reaksi kulit lokal pada lokasi suntikan.

Interaksi Filgrastim dengan obat lain belum dievaluasi secara mendalam. Perlu diwaspadai adanya interaksi antara filgrastim dengan obat yang mekanisme kerjanya merangsang pengeluaran neutrofil, misalnya lithium. Filgrastim belum diteliti penggunaannya pada wanita hamil, efeknya pada janin belum diketahui.

Referensi:

Crawford, J.; Glaspy, J. A.; Stoller, R. G.; Tomita, D. K.; Vincent, M. E.; McGuire, B. W.; Ozer, H. (2005). “Final Results of a Placebo-Controlled Study of Filgrastim in Small-Cell Lung Cancer: Exploration of Risk Factors for Febrile Neutropenia”. Supportive Cancer Therapy. 3 (1): 36–46.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *