Melanjutkan Terapi Statin Setelah Terkena Efek Samping Ternyata Menguntungkan

Advertisement

Obat golongan statin dikenal mampu menurunkan risiko kematian dan kejadian kardiovaskuler bagi orang yang berisiko tinggi, namun sebanyak 75 % orang berhenti menggunakan statin setelah pemakaian dua tahun, seringkali akibat terkena efek samping seperti nyeri otot dan keluhan pada sistem pencernaan. Penelitian baru yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Brigham and Women’s Hospital membuktikan bahwa meneruskan penggunaan obat statin bahkan setelah terkena efek samping ternyata bisa mengurangi risiko kematian dan kejadian kardiovaskuler.

Sejumlah pasien yang meneruskan pengobatan dengan statin, sebanyak 26 % mengalami efek samping kedua, namun sebagian besarnya masih tetap melanjutkan minum statin. Penelitian ini diterbitkan di jurnal Annals of Internal Medicine dan memiliki disain kohort retrospektif. Data diambil dari 28.266 peserta penelitian. Sebanyak 70 % pasien tetap minum obat statin setelah mengalami efek samping. Tim peneliti kemudian menganalisa hasil akhir kejadian serangan jantung, stroke, atau kematian oleh berbagai sebab. Pasien yang terus meminum obat statin memiliki laju insiden 12,2 % dibandingkan dengan yang menghentikan statin, yakni sebesar 13,9 %.

Sebagai tambahan, tim mengadakan analisa sekunder terhadap 7000 pasien yang beralih ke obat golongan statin lain setelah ada efek samping. Ditemukan bahwa 26 % pasien melaporkan efek samping kedua, dan lebih dari 80 % pasien tersebut meneruskan minum statin. Hal ini menunjukkan bahwa efek samping statin sebenarnya cukup dapat ditoleransi oleh pasien.

Referensi:

Huabing Zhang, Jorge Plutzky, Maria Shubina, Alexander Turchin. Continued Statin Prescriptions After Adverse Reactions and Patient Outcomes. Annals of Internal Medicine, 2017; DOI: 10.7326/M16-0838

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *