Manfaat Buah Salak

Advertisement

Salak (Salacca zalacca) adalah buah asli Indonesia, khususnya di Jawa dan Sumatera. Buah yang termasuk keluarga Arecaceae atau palem-paleman ini disebut juga snake fruit dalam bahasa Inggris, oleh karena bentuk kulitnya yang bersisik seperti ular. Terdapat beberapa varietas, yang terkenal diantaranya adalah salak pondoh dan salak bali. Salak pondoh adalah buah salak asli Yogyakarta yang terkenal akan intensitas aromanya dan rasa manisnya walaupun buahnya belum terlalu masak, sedangkan salak bali lebih dikenal karena tekstur buahnya yang lebih “masir”. Salak gula pasir adalah salah satu jenis salak bali yang digemari oleh turis karena rasanya yang manis. Salak ini banyak dijual di Bali dan sering dibawa sebagai oleh-oleh.

Buah salak memiliki berbagai manfaat, khususnya untuk kesehatan. Kandungannya antara lain protein, beta karoten, serat, Vitamin C, karbohidrat, dan mineral-mineral seperti zat besi, kalsium, dan fosfat. Buah ini bermanfaat bagi kesehatan mata karena kandungan beta karotennya. Bila selama ini untuk menjaga kesehatan mata digunakan jus wortel, maka kini ada alternatifnya yaitu buah salak. Manfaat lainnya adalah sebagai obat diare. Dengan memakan sekitar 20 gram buah salak muda, gejala diare akan berkurang.

Manfaat buah salak untuk diet juga hendaknya tidak dikesampingkan. Kandungan senyawa tanin dan seratnya menjadikan buah ini bermanfaat untuk diet. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa manfaatnya untuk diet tidak bisa seketika, namun perlu proses dan dibarengi dengan kebiasaan hidup yang sehat. Buah salak juga baik untuk kesehatan otak, karena mengandung kalium dan pektin yang terbukti bermanfaat untuk kesehatan otak.

Buah salak juga memiliki manfaat untuk kecantikan, kandungan antioksidannya dapat mencegah penuaan dini, menangkal radikal bebas, meningkatkan kolagen, dan mengurangi jerawat. Seperti dilaporkan oleh Aralas dkk., 2009, bahwa aktivitas antioksidan buah salak terutama berkaitan dengan kandungan senyawa fenolat dan flavonoidnya. Manfaat buah salak untuk kecantikan ini hendaknya menjadikan pertimbangan untuk memasukkan buah salak sebagai salah satu buah di meja makan kita.

Referensi:

Sitti Aralas, Maryati Mohamed, Mohd Fadzelly Abu Bakar, (2009) “Antioxidant properties of selected salak (Salacca zalacca) varieties in Sabah, Malaysia”, Nutrition & Food Science, Vol. 39 Iss: 3, pp.243 – 250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *