Kopi: Semakin Banyak Diminum, Risiko Kematian Semakin Rendah

Advertisement

Tingginya tingkat konsumsi kopi berkaitan dengan rendahnya risiko kematian. Fakta yang cukup mengejutkan ini dinyatakan oleh dua buah penelitian besar yang diterbitkan di jurnal Annals of Internal Medicine. Oleh karena kopi merupakan minuman yang banyak digemari di dunia, maka manfaat kopi untuk kesehatan menjadi isu yang sangat penting.

Penelitian yang diberi nama EPIC (European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition) merupakan sebuah penelitian kohort yang dilakukan oleh Marc J Gunter, PhD dan rekannya dari International Agency for Research on Cancer di Perancis. Penelitian ini melibatkan 451.743 peserta, yang terdiri dari 130.662 pria dan 321.081 wanita di 10 negara Eropa. Hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa tingginya konsumsi kopi berkaitan dengan rendahnya risiko kematian akibat penyakit, khususnya penyakit pencernaan dan sistem sirkulasi. Tidak ada perbedaan antara kopi yang berkafein dan kopi yang dihilangkan kafeinnya (decaffeinated), namun tim peneliti mengatakan bahwa perlu kehati-hatian dalam menginterpretasikan hasil ini mengingat tidak semua pusat penelitian EPIC memiliki data konsumsi kopi yang berkafein atau tidak berkafein.

Penelitian lainnya adalah MEC (Multiethnic Cohort), merupakan penelitian kohort prospektif bebasis populasi yang melibatkan 185.855 orang dari etnis Afrika Amerika, penduduk asli Hawaii, Jepang Amerika, Latin, dan kulit putih. MEC menghasilkan kesimpulan bahwa semakin tinggi tingkat konsumsi kopi maka semakin rendah pula risiko kematian pada etnis Afrika Amerika, Jepang Amerika, Latin, dan kulit putih. Sepertihalnya pada penelitian EPIC, terjadi tren data yang sama pada MEC mengenai kopi yang berkafein maupun tidak berkafein.

Referensi:

http://annals.org/aim/article/2643435/coffee-drinking-mortality-10-european-countries-multinational-cohort-study

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *