Kontroversi Vitamin B17 (Laetrile) untuk Kanker: Fakta atau Hoax?

Advertisement

Senyawa amigdalin, atau yang sering salah disebut sebagai vitamin B17 atau laetrile, adalah senyawa alami yang terdapat pada biji aprikot, almond, apel, peach, dan plum. Amigdalin tergolong senyawa glikosida sianogenik, oleh karena setiap molekul amigdalin terdapat sebuah gugus nitril, yang dapat dilepaskan sebagai senyawa sianida yang beracun. Proses ini terjadi akibat enzim beta glukosidase di usus halus.

Laetrile adalah senyawa amigdalin semi sintetik. Laetrile dihasilkan melalui hidrolisis amigdalin. Senyawa yang dipatenkan pada tahun 1961 ini mengandung 5-51 mg hidrogen sianida per 500 mg tabletnya. Seperti amigdalin, laetrile juga dihidrolisis di duodenum dan usus halus menjadi asam D-glukoronat dan L-mandelonitril. Senyawa L-mandelonitril akan berubah menjadi benzaldehid dan hidrogen sianida, yang berpotensi menyebabkan keracunan sianida. Namun perlu dicatat disini bahwa bila laetrile digunakan secara intravena, karacunan sianida tidak akan terjadi. Hal ini disebabkan karena pengubahan laetrile menjadi sianida hanya terjadi di saluran cerna.

Sejak tahun 1950an, amigdalin dan senyawa modifikasinya yaitu laetrile telah dipromosikan sebagai terapi kanker alternatif, bahkan seringkali dipromosikan sebagai vitamin B17, walaupun ia bukanlah vitamin. Beberapa penelitian menyatakan bahwa amigdalin tidak efektif secara klniik untuk digunakan pada terapi kanker. Ancaman keracunan sianida akibat amigdalin juga masih membayangi orang yang menggunakannya.

Beberapa klaim yang menyatakan bahwa laetrile dapat menyembuhkan kanker didasarkan atas hipotesis bahwa laetrile merupakan vitamin B17. Diduga bahwa kanker terjadi akibat kekurangan vitamin B17, dan konsumsi rutin vitamin B17 akan mencegah kanker. Akan tetapi definisi vitamin B17 sendiri tidak dikenal oleh Committee on Nomenclature of the American Institute of Nutrition Vitamins.

Sebuah systematic review dari Cochrane Collaboration pada tahun 2015 menemukan bahwa tidak terdapat cukup data untuk membuktikan bahwa laetrile atau amigdalin bermanfaat untuk kanker. Bukan manfaat yang didapat, melainkan efek samping keracunan sianida yang diperoleh pasien. Oleh sebab itu laetrile tidak disetujui penggunaannya oleh FDA (Food and Drug Administration) dan European Commision.

Referensi

Bolarinwa, Islamiyat F.; Orfila, Caroline; Morgan, Michael R.A. (2014). “Amygdalin content of seeds, kernels and food products commercially-available in the UK”. Food Chemistry. 152: 133–139.

Milazzo, Stefania; Horneber, Markus (2015-04-28). “Laetrile treatment for cancer”. The Cochrane Database of Systematic Reviews (4): CD005476.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *