Konsumsi Vitamin B Jangka Panjang Meningkatkan Risiko Kanker Paru

Advertisement

Meskipun suplemen vitamin B diklaim meningkatkan energi dan memperbaiki metabolisme tubuh, namun sebuah penelitian baru menyatakan bahwa vitamin B dosis tinggi ada hubungannya dengan meningkatnya risiko terjangkit kanker paru pada pria perokok. Kanker paru merupakan jenis kanker yang banyak terjadi, sekitar 1,61 juta orang yang baru didiagnosis kanker paru di tahun 2008. Angka kematiannya juga tergolong tinggi di antara jenis kanker lainnya, yakni 1,38 juta kematian di tahun 2008.

Vitamin B6, B9 (folat), dan B12 secara umum disebut mampu menurunkan risiko kanker, juga memiliki manfaat lainnya. Akan tetapi bila digunakan dengan dosis tinggi dan dalam waktu lama malah berisiko menyebabkan kanker. Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah penelitian telah mencari kaitan antara kanker paru dan vitamin B, namun hasilnya bertolak belakang satu sama lainnya. Penyebanya karena penelitian tersebut jarang dirandomisasi, hanya meneliti pemakaian vitamin dalam jangka waktu yang pendek, dan hanya sedikit kasus kanker paru yang dilibatkan dalam analisis.

Penelitian terbaru menjawab ketidakpastian tersebut, dan menemukan adanya peningkatan sebesar 21 % dalam risiko terkena kanker secara keseluruhan dengan penggunaan vitamin B12 dan B9. Penelitian yang dilakukan oleh gabungan tim ilmuwan dari University Comprehensive Cancer Center (OSUCCC), Fred Hutchinson Cancer Research Center, dan National Taiwan University meneliti 77.118 pasien secara prospektif, dalam jangka waktu lama (10 tahun). Hasilnya dimuat di Journal of Clinical Oncology.

Hasilnya menyatakan bahwa penggunaan vitamin B6 dan B12 dalam dosis tinggi (di atas dosis lazim suplemen) selama 10 tahun atau lebih akan meningkatkan risiko terjadinya kanker paru pada perokok pria. Tidak ada hubungan antara penggunaan vitamin B9 (folat) atau pada wanita. Lebih rinci lagi dikatakan bahwa para pria perokok yang mengkonsumsi 20 mg vitamin B6 per hari selama 10 tahun memiliki risiko tiga kali lebih besar untuk terkena kanker paru. Sedangkan bila mereka mengkonsumsi 55 mcg vitamin B12 per hari selama 10 tahun atau lebih memiliki risiko 4 kali lebih besar untuk terkena kanker paru.

Alasan mengapa vitamin B berhubungan dengan risiko terkena kanker belum diketahui dengan pasti, namun beberapa peneliti menduga bahwa hal ini berkaitan dengan bagaimana vitamin B berinteraksi dengan jalur metabolisme satu karbon. Jalur ini penting untuk mempertahankan integritas DNA dan mengatur ekspresi gen. Vitamin B terlibat dalam proses ini, namun dalam dosis tinggi jalur metabolisme ini akan terkompromikan, menyebabkan karsinogenesis.

Referensi:

Brasky, T.M., White, E., dan Chen, C.-L., 2017. Long-Term, Supplemental, One-Carbon Metabolism–Related Vitamin B Use in Relation to Lung Cancer Risk in the Vitamins and Lifestyle (VITAL) Cohort. Journal of Clinical Oncology, JCO.2017.72.7735.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *