Kolesterol Tinggi di Usia 30-an Bisa Berarti Penyakit Jantung di Masa Tua

Advertisement

Jika Anda beranggapan bahwa selagi muda tidak perlu menjaga kadar kolesterol, pikirkan lagi! Sebuah studi yang dilakukan di Duke Clinical Research Institute telah mengungkapkan bahwa orang antara usia 35 dan 45 yang memiliki kadar kolesterol yang bahkan sedikit lebih tinggi dari normal juga memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa yang sehat.

“Jumlah tahun dimana seseorang hidup dengan kolesterol tinggi, akan sangat berpengaruh dalam kesehatan di kemudian hari”, kata pemimpin peneliti Dr Ann Marie Navar-Boggan. “Ini menunjukkan bahwa kondisi pada umur 20-an, 30-an, dan 40-an akan meletakkan dasar untuk penyakit yang akan hadir sendiri kemudian dalam hidup seseorang. Jika kita menunggu sampai umur 50-an atau 60-an untuk berpikir tentang pencegahan penyakit kardiovaskular, maka itu sudah terlambat”.

Navar-Boggan dan rekan-rekannya mengumpulkan data catatan medis 1.478 pasien dewasa dengan kolesterol tinggi tanpa tanda-tanda penyakit jantung pada usia 55 tahun. Data pasien-pasien tersebut kemudian diikuti selama 20 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 40 persen pasien-pasien tersebut terkena tekanan darah tinggi setelah 10 tahun kemudian. Risiko penyakit jantung mencapai 16,5 % lebih besar selama 15 tahun berikutnya dibandingkan dengan 4,4 % pasien tanpa tekanan darah tinggi. Pasien dengan kolesterol tinggi juga tidak merespon dengan baik terapi statin. Statin adalah kelas obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah dengan menghalangi pembentukan zat yang diperlukan tubuh untuk membuat kolesterol.

Para peneliti berharap temuan dari studi ini akan menyoroti kebutuhan memperbanyak penelitian mengenai efektivitas dan keamanan statin bila digunakan jangka panjang. Efek samping yang dilaporkan oleh beberapa orang yang tubuhnya tidak bisa mentolerir statin termasuk nyeri otot dan sendi, mual, diare, sembelit, dan kerusakan hati. “Hendaknya orang muda jangan segan untuk berkonsultasi dengan dokter mereka tentang strategi yang komprehensif untuk kesehatan jantung, terutama berfokus pada diet dan olahraga,” Navar-Boggan menambahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *