Kesulitan Mencari Alamat Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit Alzheimer’s

Advertisement

Jauh sebelum penyakit Alzheimer’s dapat didiagnosis secara klinis, kesulitan untuk menandai lokasi baru diduga merupakan pertanda awal penyakit ini. Hal tersebut dinyatakan oleh tim peneliti dari Universitas Washington. Tim peneliti juga menyatakan bahwa tes terhadap kemampuan mencari arah atau navigasi merupakan tes yang lebih baik dibandingkan dengan tes psikometri untuk menilai perubahan kognitif yang dialami penderita penyakit Alzheimer’s.

Penyakit Alzheimer’s praklinis merupakan terdapatnya berbagai perubahan terkait penyakit Alzheimer’s yang terjadi di otak sebelum terjadinya gejala-gejala yang mengarah kepada penegakkan diagnosis penyakit ini. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa penderita penyakit Alzheimer’s mengalami kemunduran lebih awal untuk menandai lokasi baru.

Gangguan ini diduga disebabkan oleh penumpukan plak amiloid dan penyusutan volume otak. Area hipocampus yang merupakan area pada otak dimana memori jangka panjang disimpan, merupakan target pertama terjadinya kerusakan akibat penyakit Alzheimer’s. Area hipocampus juga berperan untuk pengenalan suasana baru dan pembuatan peta kognitif. Kerusakan yang sama juga terjadi di kaudat, yang berperan dalam kemampuan belajar dan menggerakkan tubuh secara sadar.

Pada penelitian ini, tim peneliti menggunakan lorong virtual untuk tes navigasi atau mencari arah. Peserta penelitian dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan hasil uji otak dan cairan tulang belakang yang bertindak sebagai penanda biologis guna memprediksi perkembangan plak terkait penyakit Alzheimer’s di kemudian hari. Rinciannya adalah sebanyak 42 orang normal, 13 orang normal dengan penanda biologis penyakit Alzheimer’s positif dan memiliki gejala praklinis, dan 16 orang yang telah didiagnosis memiliki penyakit Alzheimer’s tahap awal.

Semua peserta penelitian dites kemampuannya untuk mencari arah pada labirin virtual di komputer. Mereka dites 2 hal, yaitu kemampuan mempelajari dan mengikuti rute, serta kemampuan untuk mengembangkan peta kognitif. Orang yang memiliki penanda biologis positif untuk penyakit Alzheimer’s praklinis mengalami kesulitan membentuk peta kognitif lingkungan, yakni sebuah kemampuan alosentris yang banyak melibatkan area hipocampus di otak. Namun mereka tidak atau hanya sedikit mengalami kesulitan untuk mempelajari rute, yaitu kemampuan navigasi egosentris yang melibatkan area kaudat di otak.

Ketika dibandingkan dengan peserta normal, maka peserta penelitian yang memiliki penanda biologis positif Alzheimer’s praklinis memiliki skor lebih rendah pada kemampuan mempelajari lokasi suatu objek di lingkungan. Penemuan ini sejalan dengan dugaan awal bahwa penyakit Alzheimer’s berawal dari area hipocampus menuju ke kaudat. Tes navigasi yang dirancang untuk menilai strategi pemetaan kognitif dapat menjadi alat diagnostik yang baik guna mendeteksi perubahan kognitif terkait penyakit Alzheimer’s pada tahap yang paling awal.

Referensi: Journal of Alzheimer’s Disease

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *