Kematian Pasien Meningkat ketika Operasi Dilaksanakan Malam Hari

Advertisement

Dibandingkan dengan operasi yang dilaksanakan pada siang hari, operasi malam hari ternyata meningkatkan kematian pasien sebanyak 2 kali lipat jumlahnya. Temuan ini dipresentasikan pada World Congress of Anaesthesiologists yang diselenggarakan di Hongkong baru saja. Pada penelitian ini, para ilmuwan mengamati survival rate pasien di sebuah rumah sakit di Montreal, Kanada selama 30 hari.

Sejumlah 41.716 operasi emergensi dan rutin dari 33.942 pasien dianalisis dalam penelitian ini. Operasi dibagi menjadi 3 kategori, yakni pagi (7.30-15.29), sore (15.30-23.29), dan malam (23.30-07.29). Ditemukan bahwa pasien yang dioperasi pada kategori malam hari berisiko kematian 2,17 kali lebih tinggi dibandingkan pasien yang dioperasi pada pagi/sore hari.

Para ilmuwan menyatakan bahwa terdapat berbagai kemungkinan yang menyebabkan hal tersebut. Faktor kelelahan tenaga kesehatan menjadi faktor yang turut menyumbang tingginya angka kematian ini. Namun hasil penelitian ini perlu disikapi dengan bijaksana mengingat bahwa penelitian ini belum diterbitkan di jurnal ”peer reviewed”.

Referensi:

Retrospective analysis of time of day of surgery and its 30 day in-hospital postoperative mortality rate at a single Canadian institution, N Wang et al, Poster presentation 601, World Congress of Anaesthesiologists.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *