Kelebihan Folat dan Vitamin B12 pada Masa Kehamilan Meningkatkan Risiko Autisme

Advertisement

Kelebihan kadar folat dan vitamin B12 pada masa kehamilan dikaitkan dengan peningkatan secara dramatis risiko autisme. Tim peneliti dari Universitas John Hopkins menemukan bahwa ketika kadar plasma folat dan vitamin B12 melebihi 59 nmol/L dan 600 pmol/L masing-masingnya, maka risiko autisme meningkat melebihi 17 kalinya. Temuan ini dipresentasikan pada International Meeting for Autism Research (IMFAR) 2016.

Pada penelitian ini, sebanyak 1391 pasangan ibu dan anak dilibatkan dalam studi yang dinamakan Boston Birth Cohort. Penelitian ini melibatkan anak yang dilahirkan antara tahun 1998 hingga 2013 yang diikuti sejak lahir hingga masa kanak-kanak. Pada saat melahirkan, kadar folat dan vitamin B12 plasma dianalisis. Sebanyak 107 bayi didiagnosis autisme.

Tim peneliti menemukan bahwa terdapat rentang kadar folat yang bervariasi, mulai dari kekurangan folat (<13,5 nmol/L) hingga kelebihan folat (>59 nmol/L). Begitupun dengan kadar plasma vitamin B12. Terdapat wanita hamil yang kekurangan vitamin B12 (<200 pmol/L) hingga kelebihan vitamin B12 (>600 pmol/L). Tim peneliti tidak dapat menentukan apakah kelebihan folat dan vitamin B12 tersebut berasal dari asupan suplemen selama kehamilan atau dari faktor lainnya.

Sebenarnya suplemen vitamin seperti folat dan vitamin B12 memiliki peran penting bagi perkembangan otak janin. Namun kali ini tim peneliti telah berhasil membuktikan bahwa kelebihan folat dan vitamin B12 justru tidak baik. Oleh karena itu penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menentukan kadar tepat vitamin yang diperlukan sepanjang masa kehamilan.

Referensi: International Meeting for Autism Research (IMFAR) 2016: Abstract 149.004, dipresentasikan 13 Mei 2016.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *