Jamur Bisa Melawan Penuaan

Advertisement

Sebuah penelitian baru yang diterbitkan di jurnal Food Chemistry menyatakan bahwa jamur tertentu memiliki kandungan antioksidan yang diduga dapat memperpanjang umur dan meperlambat proses penuaan. Sebenarnya para ilmuwan telah mengetahui bahwa di dalam jamur terkandung sejenis antioksidan yang dinamakan ergothioneine, namun hanya sedikit yang diketahui mengenai glutathione, antioksidan kuat lainnya.

Kadar antioksidan sangat bervariasi antar spesies jamur, oleh karenanya tim ilmuwan ingin mengetahui spesies jamur mana yang memiliki kandungan kedua antioksidan terbesar. Antioksidan memiliki peran yang besar untuk menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung koroner, dan Alzheimer’s. Pada penelitian ini, tim ilmuwan menganalisis kandungan antioksidan pada 13 spesies jamur dan menemukan bahwa spesies jamur porcini memiliki kandungan antioksidan jenis ergothioneine dan glutathione tertinggi.

Penelitian ini juga menemukan bahwa ergothioneine dan glutathione tahan terhadap pemanasan. Hal ini menyebabkan manfaat antioksidannya tidak akan hilang bila jamur diolah dalam bentuk masakan. Tim ilmuwan menduga bahwa kandungan antioksidan di dalam jamur ini berperan pula dalam menurunkan kejadian penyakit neurodegeneratif. Contohnya adalah Perancis dan Italia yang memiliki tingkat konsumsi jamur tinggi ternyata memiliki kejadian penyakit neurodegeneratif paling rendah. Sebaliknya, negara yang penduduknya paling rendah mengkonsumsi jamur, misalnya Amerika Serikat, memiliki kejadian penyakit neurodegeneratif seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer yang tinggi pula.

Referensi:

Kalaras, M.D., Richie, J.P., Calcagnotto, A., dan Beelman, R.B., 2017. Mushrooms: A rich source of the antioxidants ergothioneine and glutathione. Food Chemistry, 233: 429–433.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *