Inilah Obat-obatan yang Menyebabkan Efek Samping Mulut Kering pada Lansia

Advertisement

Bagi orang lanjut usia (lansia), mulut kering merupakan efek samping yang sering dialami ketika menggunakan obat-obatan. Mulut kering ditandai dengan berkurangnya sekresi ludah/saliva yang akan menjaga mulut tetap basah. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah, misalnya kesulitan mengunyah, makan, menelan, dan bahkan berbicara. Terlebih lagi, mulut kering akan menyebabkan risiko tinggi terkena pembusukan gigi dan infeksi mulut.

Meskipun efek samping ini cukup banyak dialami oleh lansia, namun banyak sekali hal yang masih belum sepenuhnya dipahami mengenai kaitan antara penggunaan obat-obatan dengan mulut kering. Baru-baru ini, tim ilmuwan menelaah 52 penelitian terkait hal ini, guna memberikan pemahaman yang lebih baik. Hasilnya dimuat di Journal of the American Geriatrics Society.

Tim ilmuwan menyimpulkan bahwa sejmulah obat dapat menimbulkan efek samping mulut kering. Obat-obatan yang dimaksud meliputi obat inkontinensia urin, depresi, insomnia, gangguan cemas, serta obat diuretika untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Faktanya, obat inkontinensia urin menyebabkan risiko mulut kering hampir 6 kali lipat dibandingkan plasebo. Terkait hal ini, tim ilmuwan menyarankan agar tenaga kesehatan hendaknya secara rutin memonitor dan menelaah semua obat guna mengidentifikasi efek samping potensial dan untuk menyesuaikan dosisnya bila diperlukan.

Referensi:

Edwin CK Tan, Duangjai Lexomboon, Gunilla Sandborgh-Englund, Ylva Haasum, Kristina Johnell. Medications That Cause Dry Mouth As an Adverse Effect in Older People: A Systematic Review and Metaanalysis. Journal of the American Geriatrics Society, 2017; DOI: 10.1111/jgs.15151

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *