Inilah Manfaat Jangka Panjang Glukokortikoid pada Duchenne Muscular Dystrophy

Advertisement

Glukokortikoid adalah golongan obat hormon steroid yang seringkali diresepkan pada penderita Duchenne Muscular Dystrophy (DMD). Penelitian baru mengungkapkan bahwa obat jenis ini menawarkan keuntungan jangka panjang bagi penyakit DMD, termasuk menjaga kekuatan dan fungsi otot, serta menurunkan risiko terjadinya kematian. Hasil temuan ini mendukung standar peresepan yang telah dilakukan selama ini, dan diterbitkan di jurnal The Lancet.

DMD ditandai dengan kehilangan fungsi otot dan kelemahan otot secara progresif, dimulai dari tungkai bawah. DMD lebih banyak menyerang pria dibandingkan wanita. Pasien yang mengalami DMD terkadang mendapatkan resep obat glukokortikoid. Beberapa penelitian pada tahun 1980an telah mengkonfirmasi keuntungan jangka pendek obat ini. Namun belum ada penelitian yang meneliti penggunaan glukokortikoid secara jangka panjang.

Guna menyediakan data perihal efektifitas glukokortikoid secara jangka panjang, tim ilmuwan mengadakan penelitian terhadap 440 laki-laki yang menderita DMD, berumur 2-8 tahun, yang berasal dari data Cooperative International Neuromuscular Research Group’s Duchenne Natural History Study. Sebanyak 22 % peserta penelitian belum pernah menggunakan glukokortikoid sebelumnya, atau menggunakan glukokortikoid belum setahun. Sisanya telah menggunakan glukokortikoid lebih dari setahun.

Setelah menganalisis data selama 10 tahun penggunaan glukokortikoid, manfaat jangka panjang obat ini mulai jelas terlihat. Tim ilmuwan menemukan bahwa terapi glukokortikoid selama setahun dapat menunda 2,1 hingga 4,4 tahun kehilangan kemampuan pergerakan pasien pada tungkai bawah seperti menaiki tangga sebanyak 4 anak tangga, dan berjalan 10 meter. Selain itu penggunaan glukokortikoid jangka panjang juga dapat menghambat kehilangan fungsi pergerakan tungkai atas, seperti fungsi tangan, menggapai kepala, dan mengangkat tangan ke mulut.

Glukokortikoid yang digunakan selama jangka panjang juga berhubungan dengan penurunan risiko kematian. Lebih lanjut lagi, deflazacort, suatu glukokortikoid yang baru-baru ini disetujui FDA untuk menterapi DMD, memiliki manfaat lebih baik dibandingkan prednison.

Referensi:

McDonald, Craig MVishwanathan, Vijay et al. Long-term effects of glucocorticoids on function, quality of life, and survival in patients with Duchenne muscular dystrophy: a prospective cohort study. The Lancet, 2017; DOI: 10.1016/S0140-6736(17)32160-8

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *