Inilah Grapefruit, Jeruk Limau Gedang, yang Tidak Aman Dimakan Bersama Obat

Advertisement

Jeruk limau gedang (Citrus paradisi) adalah sejenis jeruk yang berasal dari persilangan Citrus sinensis dan Citrus maxima. Rasa buahnya masam, ada campuran sedikit rasa manis dan pahit. Buah jeruk ini ketika ada di pohon bentuknya menggerombol seperti sekumpulan buah anggur (grape dalam bahasa Inggris), sehingga diberi nama Grapefruit.

Jeruk limau gedang merupakan sumber vitamin C yang baik, mengandung serat pektin, dan antioksidan likopen. Sebuah penelitian menyatakan bahwa buah ini dapat digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol. Meskipun demikian, jeruk limau gedang dikenal memiliki interaksi dengan banyak obat-obatan, dan seringkali menimbulkan efek samping akibat interaksinya dengan obat.

Mekanisme terjadinya interaksi ini terjadi melalui paling tidak dua hal, yakni akibat senyawa bergamottin dan akibat protein MDR1 (multi drug resistance 1). Bergamottin adalah senyawa furanokumarin alami yang terdapat pada daging buah jeruk limau gedang dan juga kulit buahnya. Senyawa bergamottin bersifat menghambat enzim CYP3A4 yang digunakan untuk memetabolisme obat-obatan di hati. Bila metabolisme obat berkurang, maka kadarnya di dalam darah akan menjadi terlalu tinggi atau berada terlalu lama di dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya efek samping. Ada pula obat yang harus dimetabolisme dahulu agar menjadi bentuk aktifnya, sehingga penghambatan enzim CYP3A4 berakibat rendahnya efek obat-obatan tersebut. Selain CYP3A4, isoenzim lain yang ikut terpengaruh oleh jeruk limau gedang adalah CYP1A2, CYP2C9, dan CYP2D6.

Efek yang ditimbulkan akibat interaksi obat dengan jeruk limau gedang berlangsung melebihi 72 jam, oleh karena itu memberi jarak waktu antara makan obat dengan jeruk ini tidak akan menyelesaikan masalah. Terdapat lebih dari 85 jenis obat yang berinteraksi dengan jeruk limau gedang, contohnya adalah diazepam, alprazolam, simvastatin, atorvastatin, amlodipin, sildenafil, nimodipin, kodein, warfarin, dan parasetamol.

Referensi:

Bailey, D. G.; Dresser, G.; Arnold, J. M. O. (2012). “Grapefruit-medication interactions: Forbidden fruit or avoidable consequences?”. Canadian Medical Association Journal. 185 (4): 309–316.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *