Inilah Grafen, Bahan Potensial Pengusir Nyamuk

Gigitan nyamuk terasa sangat gatal dan tidak mengenakkan, namun ini hanya salah satu dari bahayanya. Ada bahaya lain yang mengintai dari setiap gigitan nyamuk, misalnya dengue, zika, chikungunya, dan malaria. Bahkan faktanya menurut organisasi kesehatan dunia, WHO, nyamuk digolongkan sebagai salah satu binatang paling mematikan di dunia. Kematian akibat malaria saja berjumlah sekitar 438.000 kasus pada tahun 2015.

Meskipun beberapa bahan dapat meminimalkan risiko gigitan nyamuk, namun tidak selamanya bahan yang digunakan tersebut aman. Ada potensi bahaya pencemaran bagi lingkungan dan efek samping terhadap manusia. Oleh karena itu menemukan bahan penolak atau pengusir nyamuk menjadi penting. Salah satu bahan yang sedang dikembangkan bernama grafen. Bahan ini merupakan sejenis lapisan tunggal atom karbon. Grafen memiliki karakter spesial yang menjadikan sangat menarik bagi para ilmuwan, yaitu lebih kuat dari baja, sangat efisien dalam metransfer panas dan listrik, dan tidak terlihat oleh mata biasa.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal PNAS telah menginvestigasi kemungkinan grafen digunakan dalam melawan gigitan nyamuk. Telah diketahui bahwa nyamuk mampu menggigit menembus bahan kain yang tipis, untuk itu para ilmuwan penasaran apakah lapisan grafen dapat menangkal hal ini. Guna menelitinya, para relawan penelitian memasukkan lengan ke dalam kotak yang dipenuhi nyamuk. Pada penelitian ini, ada relawan yang kulitnya sengaja dibiarkan terbuka, ada yang dibungkus dengan kain tipis, dan ada pula yang kulitnya dilapisi grafen yang kemudian dibungkus dengan kain tipis. Hasilnya mengungkapkan bahwa ketika kulit dibiarkan terbuka atau hanya dilapisi kain tipis, nyamuk menggigit antara 5-20 kali selama masa 5 menit percobaan. Namun ketika kulit diberi lapisan grafen, tidak ada satu pun nyamuk yang menggigit.

Meskipun grafen secara mekanis mencegah gigitan nyamuk menembus kulit, akan tetapi ada suatu hal lain yang nampaknya juga terjadi. Kulit yang diberi lapisan grafen akan lebih sedikit dihinggapi nyamuk, namun ketika nyamuk mendarat di kulit yang diberi lapisan grafen, terlihat bahwa nyamuk tidak berusaha menggigit kulit. Hal menarik terjadi ketika lapisan grafen tersebut dibasahi, maka daya perlindungannya akan berkurang. Nyamuk dapat menggigit kembali.

Penelitian ini masih berupa rintisan, dan masih banyak keterbatasan yang terjadi, antara lain masih mahalnya harga grafen. Namun tim ilmuwan yakin bahwa mekanisme pertahanan yang dimiliki grafen dapat dipelajari lebih jauh lagi sehingga memungkinkan dibuatnya bahan lain yang lebih ekonomis untuk digunakan masyarakat luas dalam melawan nyamuk.

Referensi:

Castilho, C.J., Li, D., Liu, M., Liu, Y., Gao, H. and Hurt, R.H., 2019. Mosquito bite prevention through graphene barrier layers. Proceedings of the National Academy of Sciences, p.201906612.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *