Inilah Efek Albothyl (Policresulen) pada Tubuh

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait obat Albothyl. Dalam pernyataan resmi tersebut, BPOM menegaskan bahwa Albothyl tidak boleh lagi digunakan sebagai hemostatik dan antiseptik pada saat pembedahan serta tidak boleh pula digunakan pada kulit, telinga, hidung, tenggorokan, sariawan, dan gigi. Albothyl mengandung zat aktif Policresulen, suatu produk kondensasi dari methanal dan asam metakresolsulfonat.

Bila melihat dari indikasi resminya, Albothyl digunakan untuk kondisi servisitis, hemostasis setelah biopsi, dan menghilangkan polips servikal. Albothyl juga dapat digunakan untuk vaginitis. Keluhan yang paling sering dialami adalah rasa terbakar pada mukosa setelah menggunakan obat ini. Sebenarnya bagaimanakah efek Albothyl pada tubuh?

Struktur kimia policresulen memiliki muatan negatif, hal ini membuat senyawa policresulen bersifat asam. Nilai pKa policresulen kurang dari nol, oleh karenanya Albothyl bersifat asam lemah. Umumnya sel normal bermuatan negatif, namun sel yang terluka memiliki muatan positif. Hal ini membuat senyawa policresulen tertarik kepada luka. Senyawa ini akan membuat sedikit sensasi terbakar pada kulit yang terkena, membunuh bakteri dan bersifat sebagai antiseptik. Melihat mekanisme kerjanya, tidak heran bila BPOM telah menerima banyak laporan terkait efek samping Albothyl berupa sariawan yang membesar, bahkan berlubang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *