Inilah Alasannya Mengapa Pisang Tidak Boleh Dimakan Bersama Obat

Advertisement

Meminum obat bersama pisang adalah kebiasaan beberapa orang, namun tepatkah hal ini? Ternyata meminum obat bersama pisang malah memberikan efek yang merugikan, karena terdapatnya interaksi antara obat dengan pisang. Menurut definisi, interaksi obat adalah reaksi yang terjadi ketika ada salah satu obat yang terpengaruh dengan obat lainnya, namun dalam hal ini yang terjadi adalah interaksi obat dengan makanan, yaitu pisang.

Pisang dikenal sebagai sumber kalium, suatu elektrolit yang bermanfaat menjaga fungsi keseimbangan tubuh. Pada orang yang kecapekan, pisang bermanfaat untuk mengembalikan energi karena kandungan kalorinya yang cukup tinggi, di samping kaliumnya. Obat-obatan tertentu dapat menahan kalium di dalam darah, misalnya obat antihipertensi golongan inhibitor ACE (misalnya kaptopril, ramipril, dan lisinopril). Oleh karena pisang banyak mengandung kalium, maka akan menimbulkan interaksi berupa semakin meningkatnya kadar kalium di dalam darah. Hal ini bila tidak dikendalikan dengan baik akan mengarah kepada kondisi hiperkalemia, yakni meningkatnya kadar kalium di atas nilai normal. Gejala hiperkalemia meliputi mual, badan lelah, otot lelah, dan kesemutan.

Pisang juga mengandung tiramin, suatu asam amino (juga ditemukan di anggur merah, kedelai, dan keju tertentu). Tiramin dapat berinteraksi dengan obat-obatan golongan mono amin oksidase (MAO) inhibitor, misalnya selegiline dan moclobemide. Obat- obatan ini digunakan untuk mengatasi depresi. Orang yang sedang mengkonsumsi obat golongan MAO inhibitor ini disarankan untuk membatasi asupan makanan yang mengandung tiramin. Dengan demikian, sebaiknya minum obat dengan air putih saja, supaya obat dapat bekerja maksimal dan terhindar dari interaksi obat-makanan. Bila ingin mengkonsumsi pisang maka disarankan pisah waktu penggunaannya sekitar 2 jam dengan obat yang diminum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *