Ingin Terhindar dari Kanker Payudara? Perbanyak Asupan Serat!

Advertisement

Pola makan yang kaya akan serat, khususnya selama masa remaja dan dewasa awal nampaknya melindungi tubuh dari bahaya kanker payudara. Hal ini disimpulkan oleh sebuah analisis data dari Nurses’ Health Study II. Hubungan antara penurunan risiko terkena kanker payudara ini jelas terlihat pada hampir semua sumber serat dan terlepas dari pengaruh faktor makanan lainnya dan perilaku makan.

Penelitian prospektif ini melibatkan perawat yang teregistrasi sebagai basis datanya. Para perawat ini berusia antara 25-42 tahun ketika mendaftarkan diri pada tahun 1989. Penelitian kohort dengan sampel besar ini memiliki data sebanyak 90.534 perawat wanita pramenopause yang mengisi kuisioner tentang pola makannya pada tahun 1991 dan sebanyak 44.263 perawat wanita lainnya yang mengisi kuisioner pada tahun 1998. Para peneliti secara spesifik mengevaluasi pentingnya waktu asupan serat terhadap risiko terjadinya kanker payudara premenopause. Hubungan antara asupan serat selama periode tertentu (remaja, awal kanak-kanak, dan premenopause) dengan kejadian kanker payudara kemudian dianalisis.

Hasilnya, tim peneliti menemukan adanya hubungan antara konsumsi serat dengan kejadian kanker payudara. Secara spesifik, ketika wanita pada masa awal dewasa yang mengkonsumsi banyak serat (26,4 gram per hari) dibandingkan datanya dengan wanita yang lebih sedikit mengkonsumsi serat (12 gram per hari), didapatkan bahwa risiko relatif untuk kanker payudara adalah 0,81 (95% CI; 0,72-0,91).

Beberapa penelitian terbaru juga telah menyatakan bahwa serat pangan memiliki efek perlindungan terhadap kanker payudara. Hal ini mengisyaratkan bahwa serat merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi bagi kanker payudara. Konsumsi serat penting perannya dalam masa remaja atau awal masa dewasa, yakni masa dimana risiko kanker payuda meningkat. Diduga mekanisme serat yang mampu memperbaiki sensitifitas insulin dan menurunkan insulin-like growth factors merupakan penyebab menurunnya risiko terkena kanker payudara.

Referensi:
Farvid, M.S., Eliassen, A.H., Cho, E., Liao, X., Chen, W.Y., dan Willett, W.C., 2016. Dietary Fiber Intake in Young Adults and Breast Cancer Risk. Pediatrics, peds.2015–1226.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *