Cemas Akibat Masalah Keuangan Bisa Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

Advertisement

Sebuah penelitian baru yang akan dipresentasikan pada Annual Congress of the South African Heart Association ke-18 mengungkapkan sebuah fakta menarik bahwa kecemasan akibat uang, atau yang dikenal dengan istilah stres finansial dapat meningkatkan risiko serangan jantung sebesar 13 kali lipat, sedangkan stres akibat pekerjaan sebesar hampir 6 kali lipat. Banyak orang yang cemas akan kondisi keuangannya. Menurut survei dari American Psychological Association (APA) sebanyak 72 % orang di Amerika Serikat merasa cemas akan kondisi keuangannya paling tidak selama sekali dalam bulan terakhir.

Pada penelitian ini, tim ilmuwan meneliti 106 orang yang telah didiagnosis terkena serangan jantung di sebuah rumah sakit besar di Johannesburg, Afrika Selatan. Sebagai data pembanding, tim ilmuwan juga menganalisis sebanyak 106 orang sehat. Para peserta penelitian kemudian diminta untuk mengisi kuisioner yang berisi tentang kondisi kecemasan, depresi, stres terkait pekerjaan, dan stress terkait keuangan. Skala Likert digunakan untuk menilai kondisi kecemasan tersebut.

Jawaban para peserta penelitian dibagi menjadi 4 kelompok, yakni kelompok yang tidak memiliki stres keuangan, serta kelompok yang memiliki stres keuangan rendah, sedang, dan berat. Stres keuangan sedang diartikan sebagai peserta yang memiliki pemasukan uang namun masih memerlukan tambahan uang. Sedangkan peserta yang tidak memiliki penghasilan dan terkadang sulit memenuhi kebutuhan hidup dasarnya dikategorikan ke dalam kelompok yang memiliki stres keuangan berat.

Ketika hasilnya dianalisis, ditemukan bahwa sebanyak 96 % peserta penelitian yang menderita serangan jantung pernah mengalami beberapa level stres, dan sebanyak 40 % diantaranya mengatakan bahwa mereka pernah mengalami stres level berat. Orang yang mengalami stres berat memiliki kecenderungan untuk terkena serangan jantung sebesar 13 kali lipat dibandingkan dengan orang yang tidak atau memiliki stres minimal. Penelitian ini memiliki makna penting bahwa aspek psikologis ternyata merupakan faktor risiko penting bagi AMI (acute myocardial infarction), dan perlu untuk ditangani segera.

Referensi:

https://www.escardio.org/The-ESC/Press-Office/Press-releases/significant-financial-stress-associated-with-13-fold-higher-odds-of-having-a-heart-attack?hit=wireek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *