Carvedilol Lebih Baik Daripada Propranolol untuk Menurunkan Tekanan Portal Pasien Tertentu

Advertisement

Carvedilol sama efektifnya dibandingkan propranolol dalam menurunkan tekanan portal pasien penderita sirosis hati, namun nampaknya carvedilol memiliki keunggulan bagi pasien yang memiliki skor tinggi MELD (Model for End-stage Liver Disease). Hal ini ditemukan melalui penelitian yang melibatkan 110 pasien yang memiliki nilai HVPG (hepatic venous pressure gradient) >12 mmHg, kemudian pasien diberi carvedilol atau propranolol. Nilai HVPG kemudian diperiksa ulang setelah 6 minggu pemberian obat guna mengevaluasi respon hemodinamik kedua obat tersebut.

Hasilnya menyatakan bahwa respon terapi carvedilol lebih baik dibandingkan propranolol, meskipun perbedaannya tidak signifikan secara statistika (49.1 vs 30.9 %; p=0,08). Walaupun demikian, carvedilol memiliki respon yang lebih besar bagi pasien yang memiliki nilai MELD ≥15 (7/12; 58,3 % vs 0/10, 0 % dengan propranolol; p=0,005) dan pada pasien yang memiliki nilai Child-Pugh ≥9 (46,2 vs 0 %; p=0,046). Pola respon yang sama nampak pada pasien dengan asites (51,5 % dengan carvedilol vs 24,2 % dengan propranolol; p=0,042).

Perlu dicatat bahwa efek samping serius lebih banyak terjadi pada pengguna carvedilol dibandingkan propranolol. Propranolol telah digunakan sebagai profilaksis pada kondisi pendarahan variseal pada pasien sirosis, namun penelitian ini menunjukkan bahwa carvedilol lebih baik dibandingkan propranolol dalam menurunkan tekanan portal pasien sirosis yang memiliki nilai MELD tinggi. Akan tetapi keunggulan ini disertai dengan meningkatnya efek samping.

Referensi:

Kim, S.G., Kim, T.Y., Sohn, J.H., Um, S.H., Seo, Y.S., Baik, S.K., dkk., 2016. A Randomized, Multi-Center, Open-Label Study to Evaluate the Efficacy of Carvedilol vs. Propranolol to Reduce Portal Pressure in Patients With Liver Cirrhosis. The American Journal of Gastroenterology, 111: 1582–1590.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *