Buah Gac: Sumber Antioksidan Tertinggi yang Pernah Diketahui

Advertisement

Buah gac (Momordica cochinchinensis) mungkin masih terasa asing bagi sebagian besar orang di Indonesia, namun buah yang berwarna merah ini sudah cukup lama dikenal oleh penduduk Vietnam. Buah yang memiliki khasiat sebagai sumber makanan dan juga tanaman obat ini terdapat pula di Thailand, Myanmar, dan Cina bagian selatan. Buah gac adalah buah musiman, biasanya berbuah pada bulan Desember hingga Januari. Masyarakat di Vietnam menggunakan buah gac dengan cara memasak daging buah dan bijinya dicampur dengan nasi ketan. Kini buah gac diekspor ke seluruh dunia dalam bentuk jus sebagai suplemen makanan oleh karena kandungan fitonutriennya yang tinggi.

Bagian luar buah gac berwarna merah dan agak berduri serta beracun, namun bagian dalamnya lembut serta tidak beracun. Buah gac mengandung banyak sekali antioksidan, khususnya beta karoten. Bahkan kandungan beta karoten buah gac jauh lebih tinggi daripada kandungan beta karoten semua jenis buah dan sayuran lainnya, termasuk wortel. Beta karoten akan diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh. Kandungan beta karoten buah gac 10 kali lebih banyak daripada wortel. Kandungan likopen buah gac 70 kali lebih banyak daripada tomat. Selain itu buah gac juga merupakan sumber zeaxanthin yang baik.

Kandungan Nutrisi Buah Gac
Sekelompok peneliti di Thailand menguji sampel buah gac untuk menemukan kandungan fitokimianya. Mereka menemukan bahwa daging buah gac mengandung senyawa beta karoten dan likopen tertinggi, sementara kulit buahnya mengandung senyawa lutein tertinggi. Senyawa lain yang teridentifikasi di buah gac meliputi asam galat dan rutin.

Aktivitas antioksidan ekstrak buah gac bervariasi. Ekstrak daging buahnya memiliki nilai FRAP tertinggi. FRAP adalah ukuran kekuatan antioksidan. Evaluasi kandungan karotenoid buah gac telah dilakukan oleh peneliti dari Jepang menggunakan HPLC. Senyawa likopen merupakan senyawa yang paling banyak di lapisan bijinya, kandungannya lebih besar daripada kandungan likopen buah dan sayuran lainnya.

Sebuah penelitian di Vietnam menunjukkan bahwa buah gac merupakan sumber beta karoten yang baik. Pada penelitian ini sebanyak 185 anak prasekolah yang menderita kekurangan vitamin A diikutkan dalam penelitian yang berlangsung selama 30 hari. Para penbeliti membagi anak-anak tersebut menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok yang mendapat olahan buah gac dalam nasi ketan, kelompok yang mendapat beta karoten sintesis, dan kelompok yang mendapat nasi ketan tanpa buah gac. Setelah 30 hari, kelompok anak yang mendapat nasi ketan dicampur gac dan beta karoten sintetis memiliki peningkatan konsentrasi beta karoten serum. Konsentrasi beta karoten pada kelompok yang mendapat buah gac lebih tinggi dibanding kelompok yang mendapat beta karoten sintetis.

Manfaat Buah Gac bagi Kesehatan
Manfaat buah gac bagi kesehatan, terutama bagi kesehatan prostat dikaitkan dengan tingginya kandungan senyawa likopen buah gac. Likopen efektif mencegah kanker prostat dan penting perannya dalam terapi BPH (benign prostatic hyperplasia). Buah gac juga memiliki khasiat antikanker serviks, ginjal, dan paru-paru. Penelitian lainnya membuktikan khasiat buah gac dalam melawan kanker usus besar pada tikus percobaan.

Manfaat kesehatan buah gac yang dikaitkan dengan tingginya kandungan senyawa beta karotennya tidak hanya bermanfaat untuk memacu sistem kekebalan tubuh dan mata, juga dapat meningkatkan produksi sperma. Senyawa likopen dan beta karoten terbukti menurunkan risiko serangan jantung, sedangkan senyawa zeaxanthin pada buah gac bermanfaat melindungi mata dari bahaya radiasi ultraviolet.

Referensi:

Aoki H et al. Carotenoid pigments in GAC fruit (Momordica cochinchinensis SPRENG). Biosci Biotechnol Biochem 2002 Nov; 66(11): 2479-82

Kubola J, Siriamornpun S. Phytochemicals and antioxidant activity of different fruit fractions (peel, pulp, aril and seed) of Thai gac (Momordica cochinchinensis Spreng). Food Chem 2011; 127: 1138-45

Vuong LT et al. Plasma beta-carotene and retinol concentrations of children increase after a 30-d supplementation with the fruit Momordica cochinchinensis (gac). Am J Clin Nutr 2002 May; 75(5): 872-79

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *