Botox Dapat Digunakan Sebagai Obat Migrain Kronis

Advertisement

Botulinum toxin atau yang biasa disingkat menjadi botox efektif untuk mengobati penyakit migrain kronik dan tiga macam penyakit syaraf lainnya. Hal ini dinyatakan oleh American Academy of Neurology (AAN) sebagai bagian dari pembaruan pedoman terapi migrain.

Botox sebenarnya sudah lama digunakan untuk mengatasi kerutan pada kulit. Racun yang dibuat oleh sejenis bakteri ini menghambat penglepasan zat pada ujung syaraf, mengurangi kontraksi otot, dan penghantaran sinyal rasa sakit. Selain migrain kronis, penyakit syaraf lainnya seperti kekakuan otot, cervical dystonia, dan blepharospasm.

Migrain kronik adalah kondisi dimana terjadi migrain sebanyak lebih dari 15 hari sebulan, sedangkan kekakuan otot biasanya terjadi pasca stroke atau cedera tulang belakang. Cervical dystonia merupakan kelainan otak yang mempengaruhi kendali atas otot leher, hal ini menyebabkan gerakan leher dan kepala yang tidak terkendali. Sedangkan blepharospasm adalah kelainan gerakan pada mata.

Ketika pedoman terakhir diperbarui pada tahun 2008, belum ada cukup informasi guna membuat rekomendasi tata laksana migrain kronis. Namun kali ini sudah ada bukti klinis yang cukup untuk merekomendasikan botox untuk terapi migrain kronis. Pedoman klinis yang telah diperbarui ini dipublikasikan online pada tanggal 18 April di jurnal Neurology.

Referensi:
American Academy of Neurology, news release, April 18, 2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *