Atasi Kejang Menggunakan Glukosamin

Advertisement

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa glukosamin dapat menurunkan eksitabilitas sel otak, yang menjadi pemicu kejang, dan membuka jalan bagi terapi baru untuk epilepsi. Para ilmuwan berspekulasi bahwa pengurangan sejenis protein yang disebut O-GlcNAcylation di otak dapat mendorong eksitabilitas saraf, yang menjadi penyebab kejang. Glukosamin, yang selama ini hanya digunakan sebagai suplemen pada kasus persendian, dapat digunakan untuk meningkatkan kadar  O-GlcNAcylation dan terbukti mampu menurunkan eksitabilitas saraf.

Penemuan ini tidak hanya mengungkap proses di balik eksitabilitas saraf, namun juga dapat mengidentifikasi target terapi baru untuk mengatasi epilepsi. Epilepsi merupakan sejenis penyakit saraf yang diperkirakan mempengaruhi sekitar 3 juta orang dewasa dan 470.000 anak-anak di Amerika Serikat. Penyakit ini ditandai dengan kejang yang tidak dapat diprediksi dan tidak terkendali, terjadi ketika sel otak menjadi hiperaktif.

Glukosamin menghambat sejenis enzim yang menguraikan O-GlcNAcylation di otak, hal ini menyebabkan kadar O-GlcNAcylation meningkat di otak. Tim ilmuwan juga mencatat adanya penurunan aktivitas sel otak piramidal di area CA3 pada hipokampus sebagai respon terhadap peningkatan kadar O-GlcNAcylation. Oleh karena area CA3 mengatur aktivitas area CA1, tim ilmuwan berpendapat bahwa akan terjadi pula penurunan eksitabilitas di area CA1. Tim ilmuwan percaya bahwa hasil penemuan ini akan menjadi terobosan baru bagi terapi epilepsi.

Referensi:

Stewart, L.T., Khan, A.U., Wang, K., Pizarro, D., Pati, S., Buckingham, S.C., dkk., 2017. Acute Increases in Protein O-GlcNAcylation Dampen Epileptiform Activity in Hippocampus. Journal of Neuroscience, 37: 8207–8215.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *