Antibiotika untuk Ternak Menyebabkan Kuman Semakin Kebal

Advertisement

Antibiotik digunakan secara luas di dunia peternakan untuk mengobati penyakit dan meningkatkan produktivitas hewan ternak. Di AS, konsumsi antibiotik pada hewan menyumbang 80% dari penjualan antibiotik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa praktek seperti itu memacu penyebaran patogen yang resisten terhadap obat pada hewan dan manusia, kurangnya data global yang dapat diandalkan mempersulit pengukuran masalah ini dan juga solusinya.

Namun kini untuk pertama kalinya, para peneliti telah melakukan penilaian penggunaan antibiotik yang luas dalam makanan hewan di seluruh dunia. Dalam Prosiding National Academy of Sciences, para peneliti menyajikan temuan mereka dalam bentuk peta global penggunaan antibiotik dalam peternakan, meliputi 228 negara.

Dr Ramanan Laxminarayan, seorang peneliti senior di Institut Lingkungan Princeton di Universitas Princeton, NJ, mengatakan: “Penemuan antibiotik adalah sebuah revolusi besar kesehatan masyarakat abad ke-20. Efektivitas antibiotik dan kehidupan jutaan orang di seluruh dunia dalam bahaya karena masalah global meningkatnya resistensi antibiotik, yang sedang didorong oleh konsumsi antibiotik.”
Para peneliti “konservatif” memperkirakan bahwa jumlah konsumsi global antibiotik oleh ternak pada tahun 2010 adalah 63,151 ton, dan akan meningkat sebesar 67% pada tahun 2030.

Mereka menduga sebagian besar pertumbuhan (66%) disebabkan karena peningkatan jumlah hewan yang dibesarkan untuk makanan – didorong terutama oleh meningkatnya permintaan di negara-negara berpenghasilan menengah, dan sebagian lagi (34%) karena pergeseran menuju pertanian intensif atau “pabrik” skala besar, dimana antibiotik digunakan secara rutin.

Di Brasil, Cina, India, Rusia dan Afrika Selatan peningkatan akan dramatis, sebagian besar karena kedua faktor ini. Negara-negara ini akan mengalami peningkatan sebesar 99% dalam konsumsi antibiotik, tetapi pertumbuhan di populasi manusia mereka selama periode yang sama hanya sebesar 13%.

Penelitian ini berfokus pada peternakan sapi, ayam dan babi dan mengindentifikasi dua jenis hewan ternak terakhir sebagai konsumen utama antibiotik dalam produksi makanan ternak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *