Anemia pada Pasien Gagal Ginjal dapat Diatasi dengan Suplemen Zat Besi Oral

Advertisement

Sebuah formulasi obat yang berisi zat besi dapat digunakan secara oral untuk mengatasi anemia pada pasien gagal ginjal kronis. Terapi ini memberikan alternatif terapi anemia yang selama ini menggunakan zat besi secara intravena. Penemuan ini dimuat di Journal of the American Society of Nephrology (JASN).

Sekitar 30 juta orang di Amerika Serikat mengalami gagal ginjal kronik. Anemia kekurangan zat besi terjadi pada lebih dari separuh jumlah penderita gagal ginjal ini. Saat ini terapi yang disetujui oleh FDA untuk anemia kekurangan zat besi adalah berupa injeksi, yang punya potensi reaksi anafilaktik. Untuk itu tim ilmuwan dari Stanford University School of Medicine mengadakan percobaan untuk mengetahui apakah formulasi zat besi, yaitu ferric citrate, aman dan efektif untuk mengatasi anemia pada pasien gagal ginjal kronik.

Pada penelitian ini sebanyak 117 pasien menerima ferric citrate secara oral dan 115 pasien lainnya mendapat plasebo. Hasil akhir primer yang ingin dicapai adalah proporsi pasien yang mencapai peningkatan sebesar ≥1,0 g/dL kadar hemoglobin selama 16 minggu periode penelitian. Hasilnya sebanyak 52,1% pasien yang mendapat ferric citrate mencapai hasil yang diharapkan, dibandingkan dengan 19,1% pasien penerima plasebo. Efek samping tersering yang dialami pasien adalah diare dan konstipasi, namun efek ini ringan. Selain mempengaruhi kadar hemoglobin, ferric citrate juga bermanfaat sebagai pengikat fosfat dan dapat digunakan pada kondisi hiperfosfatemia pada pasien dialisis. Meskipun ferric citrate oral meningkatkan kadar hemoglobin pada penelitian ini, diperlukan penelitian lain untuk mempelajari apakah ferric citrate juga dapat meningkatkan harapan hidup atau meningkatkan kualitas hidup pasien.

Referensi:

Steven Fishbane, Geoffrey A. Block, Lisa Loram, John Neylan, Pablo E. Pergola, Katrin Uhlig, Glenn M. Chertow. Effects of Ferric Citrate in Patients with Nondialysis-Dependent CKD and Iron Deficiency Anemia. Journal of the American Society of Nephrology, 2017; ASN.2016101053 DOI: 10.1681/ASN.2016101053

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *